PMII RAYON DAKWAH

Diskusi perdana Lembaga Bahasa Selasa, (27/11/20) Lembaga Bahasa PMII Rayon Dakwah melakukan acara perdana rutinan di Camp Bringin yang dimu...

Diskusi Perdana

Diskusi perdana Lembaga Bahasa

Selasa, (27/11/20)


Lembaga Bahasa PMII Rayon Dakwah melakukan acara perdana rutinan di Camp Bringin yang dimulai pukul 20.00 WIB. Jum'at, (27/11/20).

Acara ini merupakan diskusi mengenai tata bahasa Arab, yakni Nahwu Shorof yang termasuk dalam program kerja dari Lembaga Bahasa. 

Acara yang dihadiri oleh 20 peserta ini mengundang Sahabat M. Syafiudin selaku Koordinator Lembaga Bahasa demisioner masa juang 2016/2017 sekaligus Ketua Umum HMJ KPI demisioner pada masanya. 

Diskusi ini berlangsung khidmat yang dihadiri oleh peserta offline maupun online via Google Meet. Para peserta yang hadir tampak antusias, hal tersebut terlihat dari terciptanya dialog interaktif pada acara tersebut. 

Sahabat M. Syafiudin selaku pemateri mengajak para sahabat-sahabati untuk mencari permasalahan apa saja yang masih dibingungkan terkait kaidah-kaidah Nahwu Shorof. Selain membahas mengenai Nahwu Shorof, Sahabat M. Syafiudin juga mengajak para peserta untuk bernostalgia akan PMII pada masanya. 

Pada akhir acara, beliau berpesan "Semoga kegiatan bahasa ini (Nahwu dan Shorof)  bisa istiqomah dan semangatnya tetap dipertahankan. Kita bisa belajar kelompok bareng-bareng"pungkasnya.

Sahabat Dating selaku Koordinator Lembaga Bahasa juga mengatakan bahwa acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Sebelum acara berlangsung, sahabat Dating melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada pemateri terkait pembahasan apa yang akan di diskusikan dalam acara tersebut. 

" Saya berharap semoga agenda-agenda bahasa selanjutnya bisa berjalan lebih baik lagi dari berbagai segi"imbuhnya.


Rep. Ira Damayanti

Editor. Ratna

0 komentar:

  AMALAN-AMALAN PADA HARI JUMAT Hari Jumat merupakan hari yang sangat spesial bagi umat Islam. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa har...

Riyadhoh Jum'at Edisi 27 November 2020

 AMALAN-AMALAN PADA HARI JUMAT

Hari Jumat merupakan hari yang sangat spesial bagi umat Islam. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa hari Jumat merupakan hari yang paling utama dalam satu minggu dan malamnya merupakan malam yang paling utama setelah malam lailatul qadar.   

Pada hari itu Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan Nabi Adam ‘alaihis salam dan pada hari itu pula Allah telah mempertemukan beliau dengan Siti Hawa di Muzdalifah dan pertemuan itulah yang menjadi dasar penamaan dari hari Jumat (yang berarti berkumpul).

 Sebagian orang beranggapan bahwa keutamaan hari Jumat adalah hal yang dikhususkan untuk kaum lelaki, hal ini disebabkan karena pelaksanaan shalat Jumat identik dengan kaum lelaki sehingga bagi perempuan tidak mempunyai keutamaan apa pun di hari mulia itu.    Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, sebab ada beberapa aktivitas/amaliyyah utama di hari Jumat yang juga dapat dilakukan oleh perempuan, bahkan sebagian besar amaliah-amaliah utama di hari Jumat tidak terkhusus bagi kaum lelaki. Berikut ini penjelasannya.   

1.Mandi Jumat

Mandi Jumat merupakan amaliah sunnah yang khusus dilakukan pada hari Jumat, kesunnahan ini berlaku umum bagi siapa pun yang menghadiri ibadah shalat Jumat. 

2. Memperbanyak Bershalawat kepada Nabi Muhammad   

adalah salah satu dari amaliah yang dapat dilaksanakan pada hari Jumat bagi perempuan, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi:

  أكثروا الصلاة علي ليلة الجمعة ويم الجمعة فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا ـ رواه البيهقي بإسناد جيد   

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada mal Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali,” (HR Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang baik

3. Memperbanyak Membaca Surat Al-Kahfi   

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:   من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين   “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya diantara 2 Jumat.”    

4. Memperbanyak Berdoa bagi siapa pun

Laki-laki dan Perempuan disunnahkan untuk memperbanyak berdoa di hari Jumat. Harapannya adalah doa yang dipanjatkan bertepatan dengan waktu ijabah (terkabulnya doa) yang dirahasiakan Allah di satu kali 24 jam hari Jumat. Syaikh Jalaluddin Al-Mahalli berkata:   ـ (ويكثر الدعاء) يومها رجاء أن يصادف ساعة الإجابة   “Dan sunnah memperbanyak berdoa pada hari Jumat karena berharap bertepatan dengan waktu ijabah.” (Jalaludin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Syarah Minhaj At-Thalibin, juz 1, hal. 334, Al-Hidayah)   

5. Membaca Surat Yasin

Keutamaan membaca Surat Yasin berlandaskan hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut:   من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله   “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr

6. Memperbanyak Kebajikan   

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah dilipatgandakannya pahala kebaikan sepuluh kali lipat dari pada hari yang lain. Keutamaan ini tidak terkhusus untuk laki-laki, namun berlaku juga bagi perempuan.   Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:   ـ (قوله: وسن إكثار فعل الخير فيهما) أي في يوم الجمعة وليلتها، لما أخرجه ابن زنجوية عن ابن المسيب بن رافع قال من عمل خيرا في يوم الجمعة ضعف له بعشرة أضعاف في سائر الأيام، ومن عمل شرا فمثل ذلك اه. إرشاد العباد. ويقاس باليوم: الليلة، إذ لا فرق.   “Ucapan Syekh Zainuddin; dan sunnah memperbanyak kebaikan di malam dan hari Jumat; karena riwayat Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata, Barang siapa yang berbuat kebaikan pada hari Jumat maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barang siapa berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya sepuluh kali lipat). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali.” 

(Syaikh Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah At-Thalibin, juz 2, hal. 104, Dar Al-Fikr).  

 

Beberapa aktivitas utama di atas sebagaimana dianjurkan untuk laki-laki, juga berlaku untuk perempuan, sebab redaksi yang disebutkan dalam hadits bersifat umum (man), bisa mencakup laki-laki dan perempuan, di dalam kajian ushul fiqh disebut dengan lafazh al-‘Am.


Sumber: NU Online

0 komentar:

 Perempuan Pergerakan Aisyah...  Nama terbaik yang di sematkan oleh ayah dan ibu ketika kelahiranku tiba. Cita-cita seorang dokter adalah im...

Perempuan Pergerakan

 Perempuan Pergerakan


Aisyah... 

Nama terbaik yang di sematkan oleh ayah dan ibu ketika kelahiranku tiba. Cita-cita seorang dokter adalah impian besarku. Tetapi, ketika tumbuh besar sebuah harap memakai jas putih perlahan menghilang. Ketika menjadi gadis putih abu-abu, inginku menjadi seorang presiden seperti Isabela Peron. Dia dinobatkan sebagai presiden perempuan pertama Argentina sekaligus dunia.

Lambat laun, semua berubah silih bergantinya waktu. Semua cita, harapan, terenggut ketika hari bahagia datang. Hari wisudaku. Belajar yang dulu setiap malam menjadi semangat bersama pijaran lilin. Kini, nihil. Hanya ada sedikit rasa, keputusasaan. Selebihnya Ke-Ma-Ti-An.

" Kakek tidak pernah setuju, kalau kamu kuliah!". Itulah kakekku yang kental dengan budaya patriarkinya yang sudah melekat oleh sebagaian kalangan termasuk masyakat Jawa. Sampai-sampai beranggapan bahwa tugas perempuan hanya  memasak di dapur, berdandan cantik untuk suaminya, dan menjadi ladang percetakkan anak. Apakah perempuan hanya sebagai budak?

" Kenapa tidak boleh, kek? " tanyaku memberanikan diri meski gemetar dan keringat dingin mulai bercucuran. 

" Kamu cukup belajar memasak dan berdandan. Sudah cukup sampai menengah saja. Dulu, ibumu juga hanya lulusan sekolah dasar. Ketika sudah di pingit tugase cah wedok ya nang pawon" kekeh dengan pendirian awal menggunakan dialek jawanya. Pria berumur tujuh puluh tahunan itu bangkit dari ruangan yang sudah membuatnya memijat pelipisnya. Melihat salah satu cucunya memberontak dengan segala hukum ideologinya.

Aku hanya memandangnya dengan sakit yang menyayat. Mengapa harus lahir dari keturunan tulen jawa yang masih erat dengan budaya patriarkis? Mengapa harus lahir sebagai perempuan? Sedangkan Kak Aditya di berikan banyak kelonggaran untuk mencapai gelar doktor. Aku hanya meminta gelar sarjana, tidak lebih. Ayah dan ibu juga 'manutan' selalu saja mengiyakan dengan keputusan kakek. Dia sepupuku,  anak Pakdhe Andi, kakak ayahku. Cucu laki-laki kesayangan kakek. 

Aku mulai mencari cara untuk mendapatkan impianku. Aku ingin memutasi sebuah ideologi yang kakek anut. Perempuan bukan budak tetapi manusia yang memiliki hak yang sama. Menjadi seorang pemimpin dengan versinya masing-masing. Aku ingin masyarakat berani.  Aku ingin perempuan memberontak bukan untuk melawan tetapi untuk keadilan perempuan. Lelah bukan? Hidup hanya penuh bayangan, penuh pemaksaan, dan hanya sebagai manusia yang bungkam. 

Aku memutuskan untuk berkompromi dengan ibu. Ibu adalah satu-satunya orang yang bisa membantu visiku untuk mencapai segalanya. Aku akan membentuk sebuah siasat besar untuk menunjukkan bahwa persepsi kakek keliru.


***

"Pergilah nak, jika menurutmu keputusan itu benar. Do'a ibu menyertaimu". Setelah panjang lebar mengatakan semuanya,  ibu setuju. Ibu mengantarkanku ke stasiun untuk menuju Kota Semarang. 

" Jaga dirimu baik-baik. Jangan menghubungi ibu, biar ibu yang menghubungimu". Beliau memelukku dengan erat. Sebelum masuk ke gerbong kereta, ibu memberikan amplop untuk kehidupanku di sana. 

Hanya itu yang ibu bisa lakukan nak. Semoga Tuhan memberimu jalan untuk mengangkat harkat martabat perempuan, batin perempuan paruh baya. Meski entah apa yang ia dapatkan dari mertuanya. Biarlah, ia yang memperjuangan anaknya untuk membuka pola pikir kaum wanita.


***

Plak..plak...plak

Tamparan itu begitu keras, membuat menantunya jatuh. Tongkat yang biasanya untuk membantu berjalan kini melayang ke tubuh perempuan yang sudah melanggar aturannya. 

" Sudah ku bilang, jangan. Tetapi, kau... "geramnya sembari menunjuknya dengan jari telunjuk. Berapa banyak luka yang melekat di tubuhnya. Warna tubuhnya sudah merah membiru. Pria di sampingnya hanya terdiam melihat istrinya di perlakukan sebagai budak oleh tuannya. Seolah ia sedang menonton pertunjukkan tindak kekerasan yang di perankan oleh ayahnya sendiri dan istrinya.

Lelucon macam apa ini?  Tindak yang tidak beretika. Katanya berbudaya, tetapi diskriminasi nampak jelas terlihat. Budaya macam apa ini? Masyarakat menyebutnya hukum? Hukum yang melakukan penindasan pada perempuan. Seolah perempuan harus tunduk dan penurut. Tampil lemah lembut dan tidak banyak bicara. Sudah saatnya perempuan berperan dan bergerak. Sudah saatnya perempuan di hargai tanpa diskriminasi.


***

Kesukaanku yang jarang orang tahu, menulis. Bagiku, menulis adalah cara terbaik untuk merefleksikan diri. Entah  sedang marah atau sedih, selalu saja menjadi ajang untuk mendamaikan diri. Karna bagiku, semua orang punya caranya sendiri untuk mencintai diri sendiri. Inilah aku, Aisyah Sofia Rianti, gadis yang ingin memperjuangkan perempuan dengan menulis. 

Kini aku sudah semester delapan. Mengambil jurusan sastra untuk mengasah kemampuanku. Mengikuti organisasi untuk menggali skill ku. Aku belajar menjadi seorang pemimpin, berlatih public speaking , semua ku dapatkan di organisasi. Aku ingin menjadi penulis yang menyuarakan hati perempuan untuk merdeka, itulah mengapa aku mengambil sastra. 

" Ais, selamat atas sidang terbaikmu" membalas pelukan sahabatku, Amanda. Hari ini, aku memang melakukan sidang skripsi. Selama itu pula aku tidak memberi kabar keluargaku kecuali ibu.

Aku tahu kakek akan bertindak kejam dengan  segala wewenangnya. Menyiksa ibu tanpa ampun. Bahkan ketika aku sering berkomunikasi dengan ibu. Kadang ibu merintih, suara tangis yang tertahan. Ingin aku pulang dan melepaskan penjaranya. Tetapi, ibu menolaknya. Ibu mencegahku untuk pulang, " Lakukan setengah perjalananmu. Biarlah ibu yang menanggungnya". Perkataan itu yang membuatku terus berjuang sampai saat ini.


***

"Assalamualaikum" 

Aku memutuskan untuk pulang di hari wisudaku. Setelah prosesi wisuda, aku pulang tanpa mengganti pakaianku. Biarkan kakek tahu semuanya. Sudah saatnya. 

" Dasar anak tidak tahu diri" kakek menamparku berkali-kali. 

" Sudah berani memperlihat wajahmu di depanku?" tatapan tajamnya mulai mengintimidasi setiap inci pergerakanku. 

" Kakek akan menamparku lagi? Tampar kek, tampar. Jika itu membuatmu berhenti marah. Luapkan segala emosimu. Apa kakek tahu? Begitu tersiksanya jiwa seorang perempuan ketika hanya di anggap burung yang harus setia dengan sangkarnya"

" Sudah berani menjadi pembangkang? Setelah pergi. Etikamu begitu kurang ajar" suaranya begitu menggelegar. 

" Aku bukan pembangkang, kek. Aku hanya ingin kakek tahu, jika pemahaman kakek keliru. Perempuan memang memiliki tugas memasak, melayani suaminya dengan segala jenis pekerjaan rumah. Tetapi, perempuan juga berhak untuk mencapai keinginannya selagi dia tidak melepas kodratnya". Aku berusaha setenang mungkin untuk berbicara dengannya. Jika aku mengeras dan emosi maka semua akam sama saja. Aku harus bisa meluluhkan hati kakek.

Selama satu bulan aku berusaha membujuk kakek. Aku berusaha menjadi perempuan keinginan kakek tetapi tetap pada prinsipku. Setelah kakek luluh, aku ingin mengajaknya berdiskusi bersama. Memberikan pemahaman tentang perempuan dan arah geraknya di era saat ini. Hati itu seperti batu, jika perlahan di tetesi air hujan maka akan rapuh dengan sendirinya. Hati jika di sentuh akan melembut dengan sendirinya. Begitu pun kakek. Bahkan kakek menyuruhku melanjutkan S2. Dan kakek menyuruhku membuka rumah belajar perempuan. Seperti Kartini dulu. Komunitas untuk perempuan belajar dunia pergerakan sesuai perannya.

Karya: Ratna

0 komentar:

  Nonton dan diskusi bareng film Silence di Angkringan Sipro, Karonsih, Ngaliyan.  Selasa, (25/11/20) Dalam rangka Hari Lahir KOPRI yang ke-...

Harlah Kopri ke-53, KOPRI Rada Adakan Nonton dan Diskusi Bersama

 

Nonton dan diskusi bareng film Silence di Angkringan Sipro, Karonsih, Ngaliyan. 
Selasa, (25/11/20)


Dalam rangka Hari Lahir KOPRI yang ke-53 PMII Rayon Dakwah mengadakan nonton dan diskusi bareng dengan film Silence di Angkringan Sipro Karonsih, Ngaliyan yang dimulai pukul 23.00 WIB. Film ini bergenre drama yang memiliki pesan edukasi bahwa kekerasan seksual merupakan perilaku yang tidak terpuji. Dalam kaca psikologi kekerasan seksual juga akan menimbulkan trauma berkepanjangan. Selasa, (25/11/20).

Kegiatan nobar dan diskusi bareng yang diadakan Kopri Rayon Dakwah di hadiri oleh 50 orang baik dari kader PMII RADA maupun masyarakat setempat. 

Acara tersebut juga di hadiri oleh sahabat Muhamtashir, Ketua PC PMII semarang sekaligus pemantik pada diskusi kali ini. 

" Ketika sudah di dalam ruang diskusi dan bedah film gunakanlah displin-disiplin keilmuan atau setidaknya kita punya referensi yang bisa kita kaitkan dalam film tersebut. Jadi, topik yang akan kita diskusikan jelas akan ada banyak sudut pandang dalam diskusi" pesan beliau sebelum diskusi dimulai. 

Sahabati Reny Atika sebagai pemantik ke dua mengatakan, "kasus kekerasan seksual orang yang berpendidikan maupun orang yang beragama sekalipun masih bisa mempunyai kemungkinan untuk melakukan hal jorok seperti itu. Karena hal ini mungkin terjadi".

Sahabati Rina, Ketua Kopri PMII Rayon Dakwah masa juang 2020/2021 mengatakan bahwa agenda nonton bersama diselenggarakan untuk memeriahkan hari lahir Kopri yang ke- 53 sekaligus sebagai bentuk refleksi bersama. Kopri lahir 53 tahun yang lalu, sumangsih apa yang Kopri berikan kepada negeri. 

" Dengan diadakan agenda seperti ini, sahabat-sahabati tidak lupa bahwa di PMII ada ruang, rumah untuk perempuan berdirkari. Perempuan itu berdaya, jadi kita tidak boleh bergantung kepada oranglain kecuali kepada Allah" imbuhnya. 

Ia berharap semoga agenda selanjutnya semakin banyak kader yang turut serta, tidak hanya eksistensi tetapi terdapat nilai subtansinya, dan bisa bermanfaat untuk semuanya. 

Agenda ini ditutup dengan foto bersama pukul 23.00 WIB. 


Rep.  Lutfi Abdul 

Editor. Ratna

0 komentar:

  Diskusi Hari Pahlawan di Camp Rayon PMII RADA, Karonsih bersama Departemen Rumah Ide & Sahabat Arif Hidayat Departemen Rumah Ide PMII ...

Refleksikan Hari Pahlawan, Departemen RI adakan Diskusi Perdana

 


Diskusi Hari Pahlawan di Camp Rayon PMII RADA, Karonsih bersama Departemen Rumah Ide & Sahabat Arif Hidayat


Departemen Rumah Ide PMII Rayon Dakwah adakan diskusi perdana tepat pada hari Pahlawan 10 November 2020. Diskusi ini bertema " Peran Ulama dan Santri dalam Kemerdekaan"  yang dibawakan oleh sahabat Arif Hidayat,S.Sos senior PMII RADA angkatan 2012. 

Diskusi tersebut berlangsung khidmat yang dihadiri oleh 12 kader PMII Ryon Dakwah dari pukul 21.30 WIB. Sistem diskusi pertama kali ini memang sedikit berbeda dari periode sebelumnya. Sebelum diskusi berlangsung peserta diberi waktu untuk membaca rujukan diskusi selama 15 sampai 10 menit agar acara berlangsung tidak monoton tetapi komunikatif. Sebelum pemateri menyampaikan, peserta dipersilahkan untuk memberikan gagasannya setelah membaca referensi yang telah disediakan oleh Departemen Rumah Ide. 

Sahabat Farkha mengatakan bahwa lemahnya pendidikan membuat masyarakat Indonesia mengalami krisis pengetahuan dan jatuh dalam jurang kebutuhan.

 Sahabat Arif Hidayat memberikan gagasan yang berbeda bahwa penyebab Indonesia dijajah bukan lemahnya pendidikan tetapi tidak adanya persatuan diantara kita. Di dalam Pancasila sudah dijelaskan pada sila ke-3 Persatuan Indonesia. 

" Awal terjadinya Perang 10 November di Surabaya karena Surabaya menjadi salah satu sektor penting. Dari Batavia, Semarang, dan Surabaya. Belanda ingin mengambil alih lagi Indonesia setelah Jepang mengaku kalah. Namun, dalam pidatonya Bung Tomo dengan keras menolak dan Kyai Hasyim Asy'ari memberikan fatwa setelah didatangi oleh Jendral Sudirman atas utusan Soekarno"  imbuhnya. 

Sahabat Yahya selaku koordinator Departemen Rumah Ide mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk merefleksikan gerakan-gerakan dan semangat para ulama dan santri untuk mengimplementasikannya di era saat ini. Hari ini merupakan titik awal Departemen Rumah Ide untuk agenda rutinan selanjutnya. 

Mahasiswa bimbingan konseling itu juga berharap bahwa kader PMII Rayon Dakwah turut berpartisipasi dalam kegiatan diskusi rutinan dan semoga diskusi ini mampu memberikan output dengan catatan-catatan kritis yang mampu menjadi sebuah karya.

Rep. Ratna

0 komentar:

Pelantikan Pengurus Rayon Dakwah Masa Juang 2020/2021. Di tengah pandemi covid-19 yang belum usai, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMI...

Pelantikan Pengurus Rayon Dakwah UIN Walisongo Semarang Masa Juang 2020/2021



Pelantikan Pengurus Rayon Dakwah Masa Juang 2020/2021.


Di tengah pandemi covid-19 yang belum usai, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Walisongo Semarang adakan Pelantikan Pengurus PMII Rayon Dakwah periode 2020/2021 sesuai dengan aturan  protokol kesehatan di PCNU Kabupaten Semarang pukul. 13.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar yang dihadiri oleh 80 orang calon pengurus yang akan meneruskan estafet kepengurusan Rayon Dakwah  masa juang 2020/2021. Jum'at, (6/11/20).

Sahabat Arif Rahman Hakim, selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik tetapi memiliki beberapa catatan untuk kepanitiaan selanjutnya. Baik dari segi komunikasi maupun persiapan yang harus di matangkan sebelum eksekusi. 

" Untuk agenda selanjutnya apalagi agenda-agenda besar rayon segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang agar acara dapat berjalan dengan semestinya.. Semoga sahabat-sahabati yang belum bisa mengikuti dilain kesempatan bisa berkumpul bersama untuk belajar" Imbuhnya pasca diwawancarai setelah agenda.

Selain dilaksanakan pelantikan pengurus PMII RADA, ada  agenda Upgrading dan Rapat Kerja untuk satu tahun kedepan dan Sekolah Mentoring. Rapat Kerja dipaparkan oleh Badan Pengurus Harian (BPH), Departemen Pengkaderan, Departemen Rumah Ide, Departemen Keagamaan, Departemen Pendanaan, Lembaga Akasia, Lembaga Advokasi,  Lembaga Teater Soko Bumi, Lembaga Kejora, Lembaga Satrada, dan Lembaga Bahasa serta Lembaga Semi Otonom (LSO) Kopri. 

Sahabat Muhammad Muham Tashir, Kader PMII Rayon Dakwah angkatan 2013 sekaligus Ketua PMII Cabang Semarang mengungkapkan bahwa tujuan PMII memiliki satu kesatuan dalam Tri motto PMII, Tri Khidmat PMII, yang  berkorelasi dengan Nilai dasar Pergerakan yaitu Habluminallah, Habluminannas, dan Habluminal alam. Nilai  Pergerakan ini sudah sangat lengkap untuk  membangun kehidupan. Mencintai Allah dengan takwa, menghargai sesama, dan melestarikan serta merawat lingkungan. 


" Lima hal yang harus dikuasai kader-kader PMII di era saat ini. Ilmu kepemimpinan, Ilmu manajemen, ilmu teknologi, ilmu desain grafis, dan istiqomah" imbuhnya dalam materi Upgrading yang disampaikan pada malam Sabtu kemarin..

Beliau juga menambahkan bahwa konsep, inovasi, dan gagasan juga sangat diperlukan dalam menghadapi arus kehidupan. Pemuda pergerakan juga harus melakukannya dengan aksi, reaksi, dan evaluasi dalam segala hal agar semua mampu berjalan dengan baik dan lebik baik lagi.

"Perkuat mentalitasmu dan perbanyak latihan". Menutup Upgrading  dengan closing statement yang sangat menarik dan luarbiasa. 


Kultur Rangga Maulana, Ketua Rayon Dakwah yang baru saja dilantik mengungkapkan bahwa hal yang melatarbelakangi beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan yaitu berada pada era pandemi Covid-19 yang melarang pertemuan, jaga jarak, dan sebagainya. Akan tetapi, kaderisasi juga harus tetap berjalan. Secara tidak langsung seluruh elemen pengurus PMII RADA harus berpikir ekstra untuk merumuskan konsep-konsep kegiatan dan kaderisasi PMII Rayon Dakwah. Beliau sangat menekankan Digitalisasi seluruh departemen dan lembaga serta menerapkan sinergitas diantara keduanya sebagai terobosan-terobosan di era pandemi seperti ini. 

" Saya Kultur Rangga Maulana bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa tanpa adanya sahabat-sahabati yang berjalan beriringan. Pada dasarnya konsep organisasi seperti sebuah pohon, dimana semua elemen memiliki fungsi masing-masing" Ujarnya pasca diwawancarai setelah kegiatan usai. 

Mahasiswa komunikasi penyiaran islam itu juga berharap arah estafet kepengurusan Rayon Dakwah sesuai dengan visi dan misinya. Kader-Kader PMII Rayon Dakwah tentu memiliki peran dan fungsi masing-masing. Maka, berproseslah, berkaryalah sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Hasil akan tercapai dengan proses yang selelah-lelahnya di hari kemarin. 

Agenda ditutup dengan Pembaiatan Para Mentor Rayon Dakwah pada pukul. 18.00 WIB. Minggu, (8/11/20).

Rep. Ratna

0 komentar: