PMII RAYON DAKWAH

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang menggelar aksi solidaritas pada Kamis 10/02/202...

Seruan Aksi Solidaritas Wadas


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang menggelar aksi solidaritas pada Kamis 10/02/2022.

Aksi tersebut atas respon penolakan keras terhadap  pertambangan batu andesit serta Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terjadi di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.

Sebelumnya telah terjadi pengukuran lahan di Desa Wadas pada Selasa, 08/02/2022 yang berujung buntut kericuhan antara warga dengan keamanan aparat negara yang sedang mengawal pengukuran tersebut.

Masa aksi sebanyak sekitar 150 an mahasiswa kader PMII kemudian melakukan long march mulai pukul 13.00 WIB dari depan kampus 2 UIN Walisongo menuju depan gerbang timur kampus 1 kemudian berjalan sampai ditengah pantura yang mengakibatkan kemacetan panjang.

Adapun tuntutan yang diperjuangkan oleh mahasiswa antara lain :

1. Menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang penerbitian IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang terindikasi tidak sesuai dengan prosedur perundang- undangan yang berlaku diIndonesia.

2. Menolak penerbitan pembaruan IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas umum pemerintahan yang baik (good geverment & goodgovernance).

3. Mengutuk keras dugaan represifitas aparat kepolisian terhadap warga yang mempertahankan hak atas tanahnya.

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mendukung warga wardas dan melawan segala bentuk rencana pertambangan batuan andesit di Desa Wadas.

Demonstrasi sempat memanas saat masa aksi membakar ban ditengah jalan dan memblokade jalur pantura yang mengakibatkan kemacetan tak terkendali.


Reporter : Sahabat Ridwan 

0 komentar:

Muhammad Abdullah Munif atau yang kerap disapa Munif berhasil meraih gelar wisudawan terbaik Jurusan Komunkasi Penyiaran Islam Fakultas Dakw...

Berkegiatan dengan Aktif dan Berhasil Meraih Gelar Wisudawan Terbaik S1 KPI FDK Periode Februari 2022


Muhammad Abdullah Munif atau yang kerap disapa Munif berhasil meraih gelar wisudawan terbaik Jurusan Komunkasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Menjadi wisudawan terbaik memang merupakan suatu kejutan bagi dirinya, akan tetapi dari awal Munif memang sudah berangan-angan untuk menjadi wisudawan terbaik. Hal tersebutlah yang memotivasi dirinya sehingga mampu meraih gelar wisudawan terbaik dalam tingkat jurusan. 

Selama menjalani masa perkuliahan meskipun mengalami beberapa kesulitan dalam fasilitas pribadi seperti handphone/ laptopnya yang termasuk keluaran lama, akan tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi prestasinya. Setiap ada tugas ia meminta bantuan temannya untuk di screenshoot. Selain aktif di perkuliahan ia juga turut aktif dalam organisasi-organisasi extra maupun Intra, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas), dsb. Selain itu Munif juga sempat mengemban jabatan sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) periode 2019/2020. 

Adapun tips dan trick meraih gelar wisudawan terbaik yaitu, “Sebagai mahasiswa kita harus pintar dalam manajemen waktu, waktunya kuliah ya kuliah, organisasi ya organisasi, ngaji ya ngaji, aksi ya aksi.” Ujar Munif dalam wawancara pada Rabu, 9 February 2022. Mahasiswa kelahiran 1999 ini menyatakan pesannya kepada teman-teman mahasiswa yang kini tengah berjuang di dunia perkuliahan, bahwa “Jika saat ini sedang berproses  dimanapun itu, kalau mau berhasil ya harus fokus jangan setengah-setengah.”


Reporter : Sahabati Naila


0 komentar:

sc: serambinews.com Oleh Sahabati Nuzuli Rohmatil Ada beberapa bulan hijriyah yang dimuliakan dalam Islam, di antaranya yaitu bulan Rajab. T...

Rahasia Bulan Rajab


sc: serambinews.com

Oleh Sahabati Nuzuli Rohmatil


Ada beberapa bulan hijriyah yang dimuliakan dalam Islam, di antaranya yaitu bulan Rajab. Tidak asing lagi bagi umat Islam dengan rahasia-rahasia yang ada di dalam bulan tersebut. Apa saja sih rahasianya?

Keistimewaan bulan Rajab

Dalam kitab I’anatut Thalibin dijelaskan bahwa kata “Rajab” derivasi dari kata “tarjib” yang artinya mengagungkan atau memuliakan. Selain itu juga bisa disebut “Al-Ashabb” yang berarti menetes atau mengucur. Diberikannya julukan seperti itu karena Allah SWT. telah melimpahkan kebaikan pada bulan ini. 

Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT. juga telah menetapkan empat bulan haram, bulan yang di dalamnya dilarang untuk melakukan peperangan. Bulan mulia di luar Ramadhan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Keistimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa ajaib (naiknya) Nabi Muhammad Saw. ke langit tujuh, atau biasa disebut dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah. Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho menuju ke Shidratul muntaha dalam waktu satu malam. Dari peristiwa itulah umat Islam diberikan perintah melaksanakan Shalat lima waktu. Sangat menakjubkan bukan?

Keutamaan-keutamaan dalam bulan Rajab

Dalam hadis Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’I, Al-Baihaqi, menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW. Memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk berpuasa pada bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) yaitu empat bulan yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara salah satu dari empat bulan yang dimuliakan itu adalah bulan Rajab. 

Berikut adalah keutamaan-keutamaan yang bisa dilakukan di bulan Rajab:

- Memperbanyak berdoa untuk diri sendiri, orang tua, dan orang lain

Diterangkan dalam surah Al-Ghafir ayat 60, yang berbunyi:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

"dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Ghafir Ayat 60) 

Dengan begitu kita sebagai hamba yang masih banyak dosa, tidak ada salahnya berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, berdoa atas hajat-hajat yang kita butuhkan, toh ketika kita meminta kepada Allah, Allah tidak akan rugi dengan permintaan kita.

Di bulan Rajab Rasulullah juga memberikan uswah untuk memperbanyak berdoa. Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterbitkan Darul hadits, Kairo, Mesir menyebutkan bahwa doa yang dibaca Rasulullah saat memasuki bulan Rajab adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ  

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan”

Bersyukurlah karena kita masih diberikan umur panjang dan diberikan kesempatan bertemu di bulan yang mulia ini, maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Kapan lagi kalo bukan sekarang?. Momen ini adalah momen kita untuk taqarrub ilallah, meningkatkan kualitas diri, meningkatkan ibadah dan keimanan kita kepada Allah SWT. karena belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa lagi dengan bulan Rajab. Hanya Allah yang tahu kapan kita mati.

- Memperbanyak berpuasa

Dalam hadis Riwayat Imam Abu Dawud, ibnu Majah dan Imam Ahmad dikatakan:

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ  

yang artinya: Berpuasalah pada bulan-bulan haram. 

Imam Al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin juga menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi sangat ternilai apabila dilakukan pada hari-hari utama (Al-Ayyam Al-Fadhilah). Hari-hari utama inilah yang dapat ditemukan pada setiap tahun, setiap bulan maupun setiap pekan.

Puasa di bulan Rajab merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, ditulis dalam kitab Nihayatuz Zain keterangan dari Syekh Nawawi Banten. Terkait waktunya, puasa Rajab dapat dilaksanakan beberapa hari. Sedangkan harinya tidak ditentukan. 

- Isra’ Mi’raj

Isra’ Mi’’raj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam. Sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW Bersama malaikat Jibril dari masjidil haram ke masjidil Aqsho menuju Sidratul Muntaha dalam waktu satu malam. Peristiwa ini merupakan malam renungan atau malam kesedihan (yaumul huzni) disaat nabi merasa sedih karena ditinggalkan oleh orang yang disayanginya, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah.

Peristiwa ini menjadi awal mula tonggak kewajiban umat Islam untuk melaksanakan sholat lima waktu. Sehingga peringatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengingatkan kualitas diri dalam menjalankan ibadah shalat.

- Bersedekah

Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani menerangkan dalam kitabnya Al-Ghunyah bahwa kata Rajab terdiri dari tiga huruf yaitu ra’-jim-ba’. Masing-masing memiliki arti. Ra’ mengandung nilai Rahmatullah. Jim mengandung makna juudullah, dan Ba’ mengandung nilai birrullah.

Umat Islam yang mau bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala berlipat ganda sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW. yang artinya:

“Barang siapa yang bersedekkah di bulan Rajab, maka Allah Swt. akan menjauhkan dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati keran tua. Menurut Sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun”.

Bulan Rajab mengandung nilai-nilai luhur dan kebaikan yang dapat diperoleh mereka yang berniat dan bersungguh-sungguh meraihnya, meraih rahmat Alah Swt. tanpa ada bala’, meraih kemurahan Allah Swt. dan meraih kebaikan yang ada di dalamnya yang tak akan pernah manusia merasa kekurangan.

Berikut adalah niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى   

Sumber: https://islam.nu.or.id/ubudiyah/lima-amaliah-ibadah-di-bulan-rajab-RpTka /nu.online


0 komentar:

Sc : dialektika.id Oleh Sahabat Arief Rahman Hakim Keutaman puasa di bulan rajab terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu...

Keutamaan Puasa di Bulan Rajab dan Qiyamullail di Malam Pertama

Sc : dialektika.id
Oleh Sahabat Arief Rahman Hakim

Keutaman puasa di bulan rajab terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah. Anjuran puasa di bulan ini sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada salah seorang dari Suku Al-Bahila.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Al-Bahiliy: "Kalau begitu, puasa Ramadhan, kemudian 3 hari setelahnya, dan berpuasalah pada bulan-bulan Haram!". Inilah dalil dianjurkannya puasa Rajab karena Rajab termasuk bulan-bulan Haram (Asyhurul Hurum).

Para ulama Salaf sangat suka melakukan puasa pada bulan-bulan haram. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: "Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya." Bahkan Ibnu Umar, Al-Hasan Al-Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya." (Lihat Latho-if Al Ma’arif, 214).

Keutamaan lain dari puasa Rajab disebutkan dalam Kitab Al-Ghunyah karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani. Berikut keterangannya: "Telah mengabarkan kepada kami, Syaikh Al-Imam Hibatullah dengan sanadnya dari Maimun bin Mahran dengan sanadnya dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa berpuasa pada awal bulan Rajab maka membandingi puasa satu bulan. Barang siapa berpuasa 7 hari, maka ditutup darinya pintu Jahannam yang tujuh. Barang siapa berpuasa 8 hari maka dibuka untuknya pintu surga yang delapan. Barang siapa berpuasa 10 hari maka Allah mengganti kejelekan orang itu dengan kebaikan. Barang siapa berpuasa 18 hari maka ada penyeru yang memanggil dari langit, kamu telah diampuni, makanya mulailah beramal."

"Telah mengabarkan kepada kami, Al-Imam Hibatullah dengan sanadnya, dari Salaamah bin Qais, beliau memarfu'kanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:  "Barangsiapa yang berpuasa di hari pertama di bulan Rajab maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama enam puluh tahun. Barang siapa berpuasa 15 hari maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah. Barang siapa berpuasa 30 hari dari bulan Rajab maka Allah menulis untuknya keridhaan-Nya dan tidak akan menyiksa orang tersebut."  Diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menulis kepada Hajjaj bin Arthaah saat dia di Bashrah, ada yang mengatakan kepada Adi bin Arthaah, "Tetapilah kamu dengan empat malam di dalam satu tahun, karena Allah mencurahkan rahmat di dalamnya. Yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam tanggal 27 Ramadhan dan malam hari Raya Idul Fitri.  Qiyamullail di Malam Pertama."

Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam pertama dengan ibadah Qiyamullail dan siangnya berpuasa. Dari Khalid bin Ma'daan rahimahullah bahwasanya beliau berkata: "Ada lima malam di dalam satu tahun, siapa menghidupkannya karena mengharapkan pahalanya dan membenarkan dengan janjinya, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga, yaitu:  "Malam pertama bulan Rajab dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berpuasa di siangnya. Dua malam Hari Raya dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berbuka pada siangnya. Malam Nisfu Sya'ban dan berpuasa di siangnya. Dan malam 'Asyura dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berpuasa pada siangnya."  

Sumber : Kitab Al Ghunyah karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani, Juz 1 Halaman 235-236  https://kalam.sindonews.com/read/673909/68/keutamaan-puasa-rajab-dan-qiyamullail-di-malam-pertama-1643727761/10 

0 komentar: