PMII RAYON DAKWAH

Tema diskusi : PUBLIC SPEAKING Di kutip : 25 Juni 2019, 20.00 – 22.00 WIB Penulis  : Departemen Rumah Ide Public speaking terd...

Public Speaking dalam Ranah Mentoring


Tema diskusi : PUBLIC SPEAKING
Di kutip : 25 Juni 2019, 20.00 – 22.00 WIB
Penulis  : Departemen Rumah Ide

Public speaking terdiri dari dua kata publik dan speaking. Public artinya orang banyak, masyarakat umum, dan rakyat. Speaking artinya berbicara. Sampai saat ini belum ada pengertian yang pas dalam kamus besar bahasa Indonesia dan kita masih menyebutnya “Publik Speaking”.

Secara garis besar public speaking berarti aksi atau keterampilan seni berbicara kepada sekelompok besar orang dengan terstruktur guna memberikan informasi, mempengaruhi atau menghibur.
Lalu,bagaimana public speaking dalam ranah mentoring?

Dilihat dari kebutuhan Mentor dan kondisi yang tepat yang sesuai, ialah public speaking yang bersifat persuasive atau ajakan (perekrutan). Karena esensi dari Mentor ialah bagaimana nantinya Ia dapat mengajak seseorang dan memberikan pemahaman sesuai dengan tujuan tertentu.

Ya, memang setiap orang mampu berbicara dengan lihai dan mudah, tapi apakah semua orang mampu bicara dan berkomunikasi dengan tepat dan lancar ketika dihadapkan orang banyak atau dalam meyakinkan seseorang?. Tentu tidak, semuanya perlu belajar dan berlatih.

Untuk memulai sebuah pembicaraan, baik berupa informasi, ajakan, atau dengan maksud tertentu pastinya kita harus mempunyai bekal terdahulu, artinya kita harus tahu apa yang seharusnya kita bicarakan nantinya.

Apa saja yang perlu dipersiapkan Mentor dalam perekrutan dan berbicara di Public?
Yang pertama, siapkan mental pada diri kita bahwa setiap orang mempunyai potensi dalam memimpin sesuai pada bidangnya masing-masing, dan yang pasti setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

Apakah kebaranian saja itu cukup? tentu tidak! Dalam dunia komunikasi berbicara adalah hal yang bersifat praktikum, dan itu harus dilatih. Apa lagi menghadapi orang banyak. Lalu bagaimana solusinya? Tentunya perbanyak relasi dan pengalaman itu akan menambah wawasan pada diri kalian, semakin banyak penglaman seseorang maka semakin mudah ia dalam meyakinkan seseorang.

Perbanyak kata-kata dan ilmu akademik, dengan cara apa? Tentunya dengan banyak membaca adalah salah satu solusi yang konkrit. Semakin banyak membaca maka semakin lebar dunia yang kita ketahui, jika malas membaca usahakan setiap hari kita Update hal-hal yang baru di sekeliling kita.
Selanjutnya ialah berlatih merancang perkataan yang sistematik, artinya kita harus tahu tahap demi tahap atau urutan yang nantinya kita bicarakan, itu akan memudahkan kita dalam meyakinkan seseorang. Tidak semua orang mampu memahami perkataan kita, maka dari itu berikanlah pemahaman yang mudah dimengerti dulu, baru jika audien sedikit paham, maka bisa di lanjutkan lebih spesifik, lebih spesifik dan seterusnya.

Yang kedua, kenalilah lawan bicaramu dan bagaimana karakteristiknya, kita sebagai penyampai informasi atau mengajak harus tahu kondisi lawan bicara kita, jangan sampai apa yang kita sampaikan akan menjadi boomerang bagi kita. Dan hal yang terpenting lagi dalam berbicara kepada lawan kita setelah kita tahu karakteristiknya, dalam hal sudut pandang atau paradigma yang kita sampaikan harus tepat. Jika apa yang kita sampaikan sedikit saja menyinggungnya maka orang itu akan pantang bertemu kedua kali kepada kita.

Yang ketiga, tampilan diri kita atau modeling, (karena ajining rogo iku soko busono) jika kita ingin di lihat orang, jika ingin seseorang tertarik kepada kita, maka perhatikanlah dulu apa yang kita pakai, dan bagaimana kita bertingkah laku, karena hal yang pertama dinilai seseorang adalah tampilan fisik. Karena tugas seorang Mentor adalah perekrutan mengajak seseorang ini hal yang sangat penting. Bukan berarti tampilan fisik saja yang bagus loh ya tapi dalamnya juga lebih penting.
Yang keempat, mempunyai ciri khas atau gaya tersendiri dalam berbicara atau berkomunikasi, point ini adalah point tambahan. Ya, kalau bisa seorang Mentor harus tahu kemampuan bicaranya dan gaya bicaranya. Uniknya cara bicara seseorang, bedanya bicaranya seseorang akan menjadi nilai lebih.

Intinya Publik Speaking dalam ranah Mentoring ialah bagaimana kita dapat meyakinkan seseorang dengan komunikasi, dengan gaya bicara yang kita sampaikan. Semuanya tidak selalu terlihat instan. Semua perlu di pelajari dan berusaha untuk mencapainya.




Quote : ”Komunikasi tak sekedar komunikasi, bicara tak sekedar hanya berbicara. Tapi esensi isi dalam komunikasi atau bicara itulah yang kan menjadi bukti kualitas diri kita”

SALAM PERGERAKAN…..!!!!!!!
SALAM IDEALISME………..!!!!!!

4 komentar:

  1. Mantap .. terus berkarya sahabat sahabati rada. Proses tak kan pernah menghianati hasil. Salam pergerakan !!!

    BalasHapus
  2. Mantap .. terus berkarya sahabat sahabati rada. Proses tak kan pernah menghianati hasil. Salam pergerakan !!!

    BalasHapus


  3. Bismillahir Rahmanir Rahim

    https://drive.google.com/file/d/0B6ut4qmVOTGWQXF6VWJRNkdZYmdMS25Da2NkRkU1YjVaLWRz/view?usp=drivesdk

    almawaddah. info

    Salam

    Kepada;

    Para rektor, para akademik, para agamawan dan para mahasiswa yang dihormati.

    Tuan,

    Tajuk: "Pengubahan al-Qur'an, pengubahan Sunnah Nabi saw, penghinaan terhadap Nabi saw dan kekafiran majoriti dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim".

    Tajuk- tajuk tersebut adalah untuk kajian dan renungan para akademik, para agamawan dan para mahasiswa yang dimuliakan. Apa salahnya kita tahu kerana bukan semua yang kita tahu itu mesti kita percayai atau kita mengamalkannya pula. Diambil dari almawaddah. info

    Yang ikhlas:

    Pencinta al-Qur'an, Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim,
    Nusantara.

    Sila rujuk:

    https://keep.line.me/s/9yByraYHzAECzHFQMiLZbeKfw0DgqfRoutB4EEtdJVI
    Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.

    https://drive.google.com/file/d/0B6ut4qmVOTGWaEYtYzFkRlpiMDg/view?usp=drivesdk
    Sejarah awal Dialog Sunnah- Syiah tumpuan khusus di Malaysia

    https://drive.google.com/file/d/1yiHoydNprAnPuJaSfqdLXH-P1KSWbN6X/view?usp=drivesdk
    Beberapa Hadis Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim yang disembunyikan di Nusantara




    BalasHapus