PMII RAYON DAKWAH

Hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia dibumi. Hujan senantiasa kita nantikan ketika kemarau datang. Pada w...

Hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia dibumi. Hujan senantiasa kita nantikan ketika kemarau datang. Pada wilayah beriklim tropis seperti indonesia, hujan merupakan fenomena yang sering dijumpai. Hujan yang membawa berkah, memberikan kita mata air yang jernih, memberikan kita kemudahan dalam beraktivitas. Terkadangan hujan juga disambut dengan penuh antisipasi datangnya banjir, kemacetan, atau bencana lainnya. Kedatangan hujan memang memberikan keberkahan akan tetapi tak jarang hujan menyebabkan musibah. Pada dasarnya hujan hanyalah fenomena alam yang memiliki sisi positif dan sisi negatif. Namun faktanya hujan dalam islam merupakan suatu berkah dan didalamnya terdapat keutamaan, diantaranya yaitu: 1. Hujan sebagai pembawa berkah QS: Qaff (9) menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmatnya sesuai dengan kebutuhan makhluknya. وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ . Artinya : Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen. 2. Allah memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya melalui QS: Al Anbiya (31) menunjukan bukti adanya Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Allah mampu menjadikan air hujan yang diturunkannya ke bumi memberikan kehidupan kepada tanaman sehingga menjadi subur, hewan hewan dapat bertahan hidup, dan manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ Artinya: dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? 3. Petanda kabar gembira Hujan yang turun dapat menjadi kabar gembira bagi manusia yang mengalami kekeringan, gagal panen karen tidak ada hujan yang turun di daerahnya. وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ Artinya : Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji. Dalam QS. As Syura (28) Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, membantu mereka yang telah berputus asa karena air yang diharapkan datang dari langit tak kunjung datang. Dia-lah yang memberi berkah hujan itu dan mendatangkan manfaat yang banyak serta menjadikan tanah subur. 4. Memunculkan rasa syukur kepada Allah SWT Ketika hujan turun, artinya kita diingatkan untuk senantiasa bersyukur pada Allah SWT. Bahwasanya dengan turunnya hujan ini, Allah masih menjaga dan memberikan rahmat di hidup kita. 5. Waktu yang tepat untuk berdoa Ibnu Qudamah dalam Al Mughni menganjurkan kita untuk berdoa saat hujan turun. Hal ini didasarkan pada riwayat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun. oleh : Naela Izati

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo gelar pelantikan, raker dan upgrading, dengan tema "...

 



 

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo gelar pelantikan, raker dan upgrading, dengan tema "Merajut Asa Angkatan dan Satu Jiwa" pada minggu (11/09/2022)

 

Acara berlangsung di gedung PPP Mangkang yang di hadiri oleh seluruh pengurus PMII rayon dakwah dan senior dakwah maupun Cabang.

 

Dalam sambutannya demisioner ketua PMII Rayon Dakwah Emir Syahrizal menyampaikan wedjangan untuk pengurus terpilih.

 

" Pelantikan ini merupakan gerbang awal dari proses juang sahabat - sahabat, dimana marwah dari kaderisasi ada ditangan sahabat dan tugas mengkader tidak hanya ketua rayon dan kaderisasi saja, namun seluruh elemen berkewajiban untuk memegang penuh kaderisasi untuk menjaga produk kaderisasi rayon dakwah " , ujarnya

 

Selanjutnya ketua rayon dakwah terpilih Alfithra Madya Fasa mengungkapkan harapannya untuk kepengurusan kedepan.

 

" kita disini tidak main-main sahabat, kita disini nantinya bakal membawa nama yang sangat besar di PMII Semarang, harapan saya  berjalannya kepengurusan kali ini kita dapat melakukan dengan penuh semangat dan penuh keyakinan " , tandasnya

 

Redaktur : keisa

Editor : Aida


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang kota Semarang adakan aksi demontrasi penolakan terkait adanya kenaikan harga Bahan Bakar ...



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang kota Semarang adakan aksi demontrasi penolakan terkait adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diadakan pada Hari Selasa (6/9) bertempat di depan gedung gubernur Jawa Tengah. 


Aksi kali ini tak hanya penolakan tentang kenaikan harga BBM bersubsidi, namun juga menuntut pemerintah untuk menunda dan membahas kembali tentang pasal-pasal  RUU-KUHP No.3. Tuntutan yang ingin disampaikan yaitu untuk pemerintah supaya berkomitmen pelaksanaan implementasi undang-undang tindakan pelecehan seksual.


Tak hanya sampai disitu saja, Mohammad Sony selaku direktur lembaga advokasi dan bantuan hukum juga berpendapat terkait dengan aksi tersebut.

"Tujuan dari aksi ini juga untuk mewujudkan reforma agraria sejati melalui undang-undang masyarakat hukum adat, dan juga untuk mengevaluasi aparat penegak hukum untuk mengadili perkara hukum dan tanpa suap dan juga tanpa kehilangan independensi dari aparat penegak hukum itu sendiri," ucapnya.


Ia juga menyampaikan harapan dari setelah terjadinya aksi tersebut.

"Supaya kita bisa menguatkan narasi dari publik, supaya keluhan-keluhan dari  masyarakat bisa tersampaikan, dan harapan kami juga semoga para pejabat seperti gubernur dan aparat yang lain bisa mendengar dan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat," pungkasnya.


Redaktur: M. Kholis Dwi Saputro

Innalillahi wa innalillahi rajiun. . Telah mati hati nurani mahasiswa yang bergelar agent of change . Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hin...


Innalillahi wa innalillahi rajiun. .

Telah mati hati nurani mahasiswa yang bergelar agent of change .

Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hingga kini “dibanggakan” oleh sebagian besar masyarakat. Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara di dunia. Sebutan itu bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri yang dipandang sebagai agent of change (agen perubahan).

Mahasiswa mampu untuk mengontrol keadaan negara; bukan untuk memuji, tetapi juga memberikan kontribusi yang nyata untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control). Sebagai kaum harus berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kebijakan para pemegang kekuasaan. Mahasiswa harus mengungkapkan kebenaran dan mengungkap fakta, selalu meneriakkan keadilan, sehingga semua harapan rakyat dan juga janji manis para politik yang selalu berkoar dengan dalih kesejahteraan atas nama rakyat bisa direalisasikan, bukan hanya sekedar omong belaka.

Jangan bilang kamu berubah jika melihat sikapmu hari ini. Punyakah kamu sebuah perhatian atas temanmu yang kesulitan uang kuliah? Adakah kamu merasa marah atas pengumuman-pengumuman yang bunyinya mahasiswa dilarang pakai kaos dan jeans saat kuliah? Bukan kah sebaiknya mereka belajar, membaca buku dan berdiskusi daripada memperdebatkan menggunakan pakaian apa yang pantas digunakan? Jangan sebut dirimu  dewasa jika menyaksikan kemiskinan dirimu hanya iba dan prihatin! Sebenarnya siapa dirimu mahasiswa?


Oleh Sahabat Alfithra Madya Fasa

Sc : Islami.co Hari ini merupakan awal bulan bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H sesuai dengan hasil rukyatul hilal bil fi'li ...

Sc : Islami.co

Hari ini merupakan awal bulan bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H sesuai dengan hasil rukyatul hilal bil fi'li oleh Tim Rukyatul Hilal Nahdlatul Ulama.
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk kedalam al-Asyharul Hurum atau bulan-bulan yang disucikan, selain Muharram, Rajab dan Dzulqa'dah. Selain itu seperti yang kita ketahui, bulan ini juga termasuk kedalam salah satu bulan haji (Syawal, Dzulqo'dah dan Dzulhijjah). 

Tentu ada banyak keutamaan dan keistimewaan dalam bulan Dzulhijjah, seperti halnya kewajiban melaksanakan Ibadah Haji bagi mereka yang mampu menunaikanya. Kemudian bagi yang bisa menunaikan ibadah haji lebih disarankan untuk memperbanyak amalan sunnah lainnya seperti sedekah, shalat dan puasa.

Sehingga dengan demikian, kesempatan untuk memperoleh keutamaan bulan Dzulhijjah tidak hanya untuk jamaah haji, namun bagi siapa pun mendapat kesempatan untuk mengamalkan ibadah meskipun dengan bentuk yang berbeda-beda. 
Anjuran untuk melaksanakan amalan sholeh ini terdapat dalam beberapa hadist, di antaranya sebagai berikut.

ال ل الله لى الله ليه لم : ا ام العمل الصالح لى الله الأيام العشر

Rasulullah saw bersabda: Tiada ada hari-hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini. (HR At-Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan anjuran beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, namun sebagian besar ulama menggunakan hadist ini sebagai dalil yang dibangun pada awal Dzulhijjah.

Selanjutnya, amalan yang dapat dilakukan untuk menuai keutamaan di bulan Dzulhijjah adalah;
- Memperbanyak dzikir (takbir, tahlil, tahmid)
- Berpuasa di sembilan hari awal Dzulhijjah sangat di anjurkan, atau puasa pada tanggal 8 (Tarwiyah) dan 9 (Arafah).
- Bertaubat karena memang manusia tidak lepas dari perbuatan dosa.
- Memperbanyak amal sholeh seperti sedekah, sholat sunnah, membaca al-Qur'an dan sebagainya.
- Melaksanakan ibadah berkurban di hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.
- Tidak rambut dan kuku untuk orang yang berkurban.
- Menunaikan sholat Idul Adha dan mendengarkan khotbahnya.

Demikian beberapa amalan dan keutamaan bulan Dzulhijjah, semoga kita bisa memanfaatkan sekecil apapun momentum dalam rangka memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik. Semoga kita mendapat taufiq dan hidayah dari Allah swt. Wallahu 'alam.

Oleh Muhammad Abdul Qodir 

Sc: orami.co.id Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan...

Sc: orami.co.id

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan dan ma'unah dari Allah SWT. Rasa syukur kita, mari kita wujudkan dengan memelihara dan meningkatkan taqwa serta kepatuhan kita terhadap Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-perintahnya dan meninggalkan semua larangan-larangannya. Sehingga muncullah cahaya iman yang berjalan dalam perjalanan hidup sehari-hari, Allah SWT tidak akan menetapkan suatu perintah kepada manusia apabila perintah itu tidak terkait dengan pemanfaatan.

Kita yakin, bahwa ibadah puasa pasti mengandung manfaat bagi manusia. Manfaat itu bisa kita lihat dari segi kesehatan maupun dalam pembentukan sikap kepribadian. Dari segi manapun ibadah puasa mampu memberikan kemanfaatan yang nyata, tetapi wajibnya perintah puasa itu semata-mata karena adanya kemanfaatan itu, lebih dari itu Allah SWT menghendaki kita semua menjadi orang-orang yang taqwa. Atas dasar kemanfaatan yang tumbuh dari pelaksanaan ibadah puasa itu, seorang dapat meningkatkan pengabdian dan ketaatannya beribadah kepada Allah SWT sehingga menjadi seorang yang berpredikat muttaqin.

Bulan Ramadhan dapat memberikan kesempatan bagi kaum muslimin untuk tidak terlalu memeras tenaga dan keringatnya untuk mengejar materi, tetapi bulan Ramadhan harus dipacu menjadi bulan yang memiliki produktivitas yang tinggi, produtivitas rohani yaitu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah Bulan limpahan karunia Allah SWT karena bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain diantaranya : 

Allah memilih bulan Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur'an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam untuk memecahkan masalah kehidupan pribadi yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Allah telah memilih bulan ramadhan sebagai bulan penyucian, di bulan ini umat Islam dididik menyucikan batin dan batin yang suci diharapkan akan muncul perbuatan-perbuatan yang terpuji.

Ramadhan juga dipilih sebagai bulan amalan ibadah yang lebih baik dilaksanakan di bulan ini dan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan baik Allah akan mengampuni dosa yang telah lalu. Hal-hal inilah yang mendorong umat Islam menunjukkan kegairahannya dalam menghadapi bulan Ramadhan.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut memberi dalil kepada kita bahwa Allah SWT sama sekali tidak pernah setengah-setengah dalam memuliakan bulan Ramadhan, serta memberikan tempat khusus bagi orang-orang yang ingin menjalankan puasa. Oleh karena itu, amatlah rugi bagi orang-orang yang menyia-nyiakan keutamaan bulan Ramadhan, dan sangat disayangkan bahwa pengertian puasa yang dilakukan oleh masyarakat awam hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Padahal bila dihayati lebih dalam dalam puasa itu memiliki pengertian jauh pada aspek kerohanian bagi setiap orang yang melakukannya. Lebih-lebih di tengah kehidupan dunia yang kini mengacu pada arah persaingan antara individu dan pola hidup materialistis, dengan menjalankan puasa mampu memberi ajaran sederhana, kesabaran, dan rasa syukur yang utuh, 

Puasa menyuguhkan pemandangan yang hakiki di hadapan Allah SWT sehingga puasa akan selalu menyeimbangkan keseimbangan antara dorongan duniawi dengan keyakinan yang sifatnya ukhrawi, agar sederhana menemukan porsi jati dirinya. Jika kita benar-benar menghayati makna dalam waktu yang pasti akan mengungkapkan sikap peduli terhadap nasib-orang yang serba kekurangan dengan tangan untuk membantu atau paling tidak ikut campur tangan mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Oleh karena itu sudah jelas dengan mampu meningkatkan dan meningkatkan kepuasan hidup dan kepedulian kita kepada kaum fakir miskin dan juga mampu menumbuhkan jiwa sabar, jujur, tawakal, dan ikhlas dalam beramal yang akhirnya bisa menjalankan sifat tawadu' dalam segala aktivitas baik hablum minallah ataupun hablum minannas

Karena hal-hal yang terpuji seperti itulah yang mampu menjadikan ibadah puasa sebagai wahana menuju ketakwaan kepada Allah SWT.

Sesuai firman Allah dalam al-Quran : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan di atas kamu wajib sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-baqarah:183)

Melihat ayat diatas sudah jelas bahwa didalam bulan Ramadhan orang-orang mukmin meninggalkan makan dan minum. meninggalkan fajar yang awal puasa mulai dari terbitnya sampai matahari terbenamnya matahari dengan cara dan peraturan yang telah ditentukan oleh syara' atau agama Islam. Jadi kita wajib menjalankan puasa Ramadhan agar kita tergolong orang yang bertaqwa Allah SWT menjadikan surga yang penuh kenikmatan yang disediakan hanya untuk orang yang takwa.

Sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :

اُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya : dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, (Asy-syura' : 90)

dan firman Allah SWT dalam Al-qur'an:  

تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا

Artinya : Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa. (Maryam : 63)

Melihat ayat-ayat tersebut sudah jelas bahwa surga itu tempat orang-orang yang bertaqwa. Mudah mudahan kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini bisa diterima oleh Allah termasuk golongan orang-orang muttaqin amiiin yaa rabbal'alamin.


Oleh : Sahabat Fika

Suara.com Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ram...

Suara.com

Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang lebih baik dari seribu bulan. Melalui bulan Ramadhan ini kita diberikan waktu untuk senantiasa meningkatkan ibadah kita, meningkatkanrasa syukur dan iman kita unuk menjadi lebih baik, menjadi lebih dekat kepada Allah swt. 

Pada bulan tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan amalan puasa sebagai suatu kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yaitu rukun Islam yang keempat. Umat Islam pada bulan tersebut disyariatkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.

Mengenai wajibnya puasa Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ البَيْتِ

”islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain allah dan muhammad adalah utusan-nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan menunaikan haji ke baitullah.” (muttafaqun ‘alaih. Hr. Bukhari no. 8 dalam al iman, bab “islam dibangun atas lima perkara”, dan muslim no. 16 dalam al imam, bab  “rukun-rukun islam”.

Nabi ‘alaihimush shalaatu was salaam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“barangsiapa melakukan puasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

[ HR. Bukhari no. 2014 dan muslim no. 760 ]


Dalam menyambut bulan Ramadhan  terdapat berbagai amalan yang dilakukan seperti bergembira, bersuka cita serta bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, selamat, aman, berislam dan beriman. Sesunguhnya diantara bentuk syukur atas nikmat allah yang besar ini, yaitu dengan bersemangat dan bersungguh-sungguh menghidupkan Ramadhan dengan berbagai amal ketaatan dan kebaikan. 

Adapun bentuk keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan berupa janji-janji indah seperti dihapuskannya semua dosa dan dilipatgandakan pahala.

Dan untuk umat muslim disyariatkan untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.

Para ulama menganjurkan kepada kita untuk senantiasa memperbanyak taubat dan istighfar sebelum memasuki bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dibulan ini kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Adapun syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh ibnu katsir rahimahullah, “menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (tafsir al qur’an al ‘azhim, 14:61). 

Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Semoga allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.

Di antara do'a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii” 

Artinya: “ya allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.” (HR. Bukhari no. 6398 dan muslim no. 2719).

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut dan menjalani ibadah di Bulan Ramadhan Mubarok dengan suka cita, diiringi dengan rasa syukur, taubat dan melaksanakan amalan amalannya. Wallahu a’lam.


Naela Izati