PMII RAYON DAKWAH

Badan Semi Otonom (BSO) KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar diskusi d...


Badan Semi Otonom (BSO) KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar diskusi dengan tajuk "Campus Talk : Urgensi Permendikbud No.30 Tahun 2021 Terhadap PPKS Perguruan Tinggi" pada selasa, 24 November 2021. Kegiatan ini adalah salah satu serangkain dalam rangka memperingati harlah KOPRI ke-54 yang direncanakan mulai dari tanggal 24 - 25 November 2021.

Diskusi dimulai pukul 20.00 WIB s.d 22.10 WIB bertempat di Angkringan Sipro Ngaliyan Semarang dengan dihadiri peserta mencapai 91 mahasiswa. Dalam jalannya diskusi dipandu oleh moderator yaitu Sahabati Siti Anisa (Demisioner Ketua Kopri Rayon Dakwah Tahun 2019) dan mbak Tuti Wijaya (LBH Semarang) sebagai pemantiknya.

Pertama kajian dimulai dengan pemaparan materi oleh pemantik kemudian dilanjut sesi pertanyaan. Sahabat/i yang mengikuti diskusi ini sangat antusias terbukti banyak pertanyaan dan sanggahan yang dilontarkan.

Kajian ini sebagai bentuk respon atas dikeluarkannya Peraturan Mendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (Permendikbudristek PPKS) yang dirasa sangat perlu untuk mengatasi berbagai kasus pelecehan seksual yang terjadi dilingkup perguruan tinggi.

Adanya (KEMENDIKBUD) menerbitkan peraturan menteri itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga kampus melalui edukasi tentang kekerasan seksual sebagai upaya pencegahan, mewujudkan dan menguatkan sistem penanganan kekerasan seksual yang berpihak pada korban, dan membentuk lingkungan perguruan tinggi yang aman bagi seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan untuk belajar dan mengaktualisasikan diri.

Walaupun PERMENDIKBUD ini awalnya menuai pro dan kontra sampai ramai menjadi polemik krusial yang diperbincangkan oleh publik tapi tetap bagaimanapun dari BSO KOPRI Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang sangat mendukung secara penuh dan siap mengawal terealisasinya dilingkungan UIN Walisongo atas diterbitkannya PERMENDIKBUD No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dilingkungan perguruan tinggi.

Hasil membedah dari subtansi (PERMENDIKBUD) ini sebagai bekal penguatan mahasiswa dalam memahami isi dari PERMENDIKBUD dan kemudian nantinya bakal diproyeksikan dalam sebuah aksi refleksi didepan kampus 3 UIN Walisongo yang direncanakan besok pada Kamis, 25 November 2021.


Reporter : Naela

Mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) PMII Rayon Dakwah UIN Walisongo Semarang pada hari Kamis,2...


Mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) PMII Rayon Dakwah UIN Walisongo Semarang pada hari Kamis,25 November 2021 mengadakan acara Refleksi dengan tema “Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual” yang merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Lahir KOPRI yang ke-54.
Acara ini berlangsung dengan lancar dan mematuhi protocol kesehatan yang kemudian di isi dengan orasi-orasi yang disampaikan oleh Sahabati Yumna Fani Syabrina selaku Ketua KOPRI PMIII Rayon Dakwah UIN Walisongo Semarang, Sahabat Emir Syahrizal selaku Keua Rayon PMII Rayon Dakwah UIN Walisongo Semarang, dan sahabat/i PMII Rayon Dakwah. Selain penyampaian orasi, terdapat pula pertunjukan tetrikal puisi oleh Lembaga Teater Sokobumi dengan judul Dongeng Marsinah. Adapun orasi yang disampaikan yaitu seputar keberpihakan mahasiswa PMII Rayon Dakwah terhadap UU PERMENDIKBUD yang membahas mengenai isu kekerasan seksual.
Menurut Ketua Rayon PMII Rayon Dakwah, kekerasan seksual yang terjadi dikampus sudah terlalu parah, segala sesuatu yang dianggap sepele masih sering terjadi dikampus. Padahal hal itu merupakan salah satu tindak pelecehan seksual. Oleh karena itu, PMII Rayon Dakwah mengadakan sebuah refleksi untuk mengedukasi teman-teman PMII Rayon Dakwah serta mahasiswa UIN Walisongo pada umumnya.
Kemudian menurut Ketua KOPRI PMII Rayon Dakwah, dengan adanya isu yang sedang viral terkait kebijakan PERMENDIKBUD yang memuat banyak pro dan kontra di masyarakat. Salah satunya yaitu anggapan bahwa peraturan ini telah melegalkan perbuatan zina. Padahal jika kita kaji kembali, PERMENDIKBUD ini memiliki banyak urgensi terkait PPKS. Jadi, sejatinya peraturan ini menyasar pada bentuk penanganan dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, dengan banyaknya kontra terkait aturan ini bisa dijadikan sebagai bahan kajian untuk sahabat/i bersama. Salah satunya yaitu dengan mengadakan acara refleksi ini, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan diskusi. Sehingga sahabat/i akan memperoleh teori yang kemudian juga disusul dengan aksi nyata pada refleksi ini. 
Sahabat Emir Syahrial berharap setelah diadakannya refleksi ini teman-teman Rayon Dakwah, Mahasiswa UIN Walisongo beserta jajaran birokrasi dapat teredukasi, bahwasanya kita peka dengan isu isu kekerasan seksual. Dimana kita suatu saat juga bisa menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual. Oleh karena itu kita harus saling menajga mengenai isu kekerasan seksual tersebut.
Sahabati Yumna Fani Shabrina juga menyampaikan dengan diadakannya aksi ini merupakan salah satu cara agar sahabat/i mengetahui tentang adanya PERMENDIKBUD terkait PPKS yang ada di perguruan tinggi, urgensi apa yang ada di PERMENDIKBUD dan untuk point point yang belum bisa masuk dalam kajian ini bisa dimuat dalam kajian selanjutnya.
Kemudian acara ini ditutup dengan menyanyikan lagu Mars PMII dan foto bersama pada pukul 17.30 WIB.

Reporter : Naela

Hidup manusia seperti seorang pengembara. Pandangan tersebut ada benarnya, sebab antara keduanya memiliki kemiripan meskipun tidak dapat dik...

Hidup manusia seperti seorang pengembara. Pandangan tersebut ada benarnya, sebab antara keduanya memiliki kemiripan meskipun tidak dapat dikatakan sama persis.  Seperti halnya pengembara, perjalanan kehidupan manusia dihiasi berbagai persyaratan jika hidupnya ingin mulus.
Satu dari sekian persyaratan yang harus dilakukan seseorang pengembara adalah menetapkan tujuan.  Ia merupakan separuh dari keberhasilan sebuah perjalanan.  Menetapkan tujuan adalah separuh dari kesuksesan, separuh lainya adalah pembekalan yang cukup, kesiapan yang matang, kegigihan dan lainya.
Siksaan tak terperi bagi seorang pengembara yang tidak tahu kemana ia akan pergi.  Setiap satu langkah kaki selalu saja ada baying-bayang keraguan menghantui. Ragu jika tersesat dijalan, ragu jika tujuanya tidak tercapai, bahkan ragu akan keselamatan diri dari ganguan begal di tengah perjalanan.
Tujuan saja belumlah cukup. Tujuan yang baik harus jelas, tidak samar-samar apalagi kabur. Ia haruslah terang, bak rembulan menyinari kegelapan dimalam hari, dan mentari menyinari bumi di siang hari. Kejelasan tujuan itu merupakan dasar dari keberhasilan, pembuka dari kesuksesan.
Tidak sedikit orang mengira tujuan tersebut adalah harta, ada pula yang mengira kedudukan, sebagian lainya menduga-duga ada di pangkat dan kehormatan.  Itulah sebagian mereka bekerja keras, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, banting tulang memburu harta, pangkat, dan kedudukan. 
Waktu telah berlalu, tenaga telah terkuras habis.  Sayangnya tujuan sesungguhnya tak jua tiba.  Pangkat, kedudukan dan harta telah mereka raih, sayangnya hati mereka tetap hampa. Jiwanya tidak bahagia, padahal harta melimpah ruah, jabatan tinggi dan kedudukan terhormat ada di dekatnya. 
Dimana tujuan itu?  Allah adalah tujuan. Allah tempat kita mengadu, hanya dengan mengejar keridhaan-Nya pula kita akan selamat dari siksa neraka yang pedihnya tak terkira.  Karena Allah itu pula, orang orang shalih terdahulu rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwa. 
Mereka tidak mencari mati, namun jika siksaan datang, mereka tidak pernah mundur. Bagi mereka penderitaan adalah kenikmatan karena mengharap ridha-Nya kelak.  Itulah yang harus dimiliki para da’i agar mereka termasuk barisan orang orang yang jujur dan ikhlas.

Karya : Nur Laela Masruroh

Sc: https://images.app.goo.gl/Rrt49kHdnzR9XnC8A "Kenari" Karya : Sahabat Arif Hidayat Sudah hari-hari berlabu Bulan bertabu-tabu H...


Sc: https://images.app.goo.gl/Rrt49kHdnzR9XnC8A

"Kenari"

Karya : Sahabat Arif Hidayat


Sudah hari-hari berlabu

Bulan bertabu-tabu

Hati berkata-kata tentang kemerdekaan.


Tak juga burung Gereja yang malang itu

Setiap pagi terbangun mencari kasih 

Terselip dalam doa pun renungan

Tentang tanah yang merdeka

Tentang air yang mengalir jernih.


Jua kenari kecil itu

Menari-nari ria

Di tanah air yang merdeka

Dari darah leluhur

Dari air mata yang manasbih-nasbih

"Aku harus merdeka. Di tanah air yang menduka.

Untuk kenariku dengan kekasihku."


Kota Semarang, 14 November 2021. 


Semarang- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Departemen Rumah Ide Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo mengadakan diskusi publik pada...


Semarang- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Departemen Rumah Ide Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo mengadakan diskusi publik pada hari Rabu (10/11/21) bertempat di ruang I4 Fakultas Dakwah dengan diikuti peserta sejumlah 36 mahasiswa.

Diskusi yang diselenggarakan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan, dengan mengusung tema "Napak Tilas Pahlawan Bangsa sebagai Refleksi Pergerakan". Pemantik dalam diskusi ini adalah sahabat Qori Setiawan (Demisioner Ketua Dema FDK 2018) dan sahabat Yahya Muhaimin (Demisioner Koordinator Departemen Rumah Ide 2020).

Sahabat Usman selaku Koordinator Rumah Ide 2021, mengatakan tujuan diadakanya diskusi ini sebagai napak tilas pahlawan bangsa sebagai refleksi pergerakan agar para peserta diskusi bisa memahami akan perjuangan tiga tokoh yang menjadi topik diskusi, yakni Bung Tomo, KH. Hasyim Asy'ari dan Ki Hajar Dewantara.

Di harapkan para peserta tidak hanya di hari pahlawan saja mengingat perjuangan para pahlawan, tetapi di hari-hari biasa pun masih mengingat dan nilai-nilai semangatnya bisa menjadi inspirasi pergerakan, peserta semua diharapkan juga bisa mencari banyak lagi tentang para tokoh pahlawan, ucapnya. 

Mohammad Farhan sebagai peserta diskusi mengungkapkan, dalam diskusi mendapatkan banyak pengetahuan tentang sejarah perjuangan para pahlawan dan masih ingin tau lagi kenapa bung Tomo, KH Hasyim Asy'ari dan ki Hajar Dewantara bisa di angkat sebagai pahlawan, dia juga mengharapkan jika kedepannya banyak diskusi-diskusi seperti ini yang di selenggarakan.


Reporter : Sahabat Supri

Masa Penerimaan Anggota Baru atau MAPABA merupakan fase orientasi dan pengenalan awal mengenai PMII kepada mahasiswa dalam rangka rekruitmen...

Masa Penerimaan Anggota Baru atau MAPABA merupakan fase orientasi dan pengenalan awal mengenai PMII kepada mahasiswa dalam rangka rekruitmen untuk menjadi anggota PMII. Masa Penerimaan Anggota Baru PMII Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo yang diadakan di Gedung GSG NU Eks-PKB Mangkang telah berlangsung selama 3 hari tepatnya dari tanggal 5-7 September 2021 dengan dihadiri 319 peserta. 

Acara ini berlangsung dengan mengangkat tema “Aktualisasi Gerakan PMII Guna Terbentuknya Kader Mu’takid yang Revolusioner Berlandaskan Aswaja dan Nilai-nilai PMII”. Aktualisasi diri merupakan puncak kedewasaan dan kematangan diri seseorang yang di tandai dengan bagaimana seseorang menyadari dan memanfaatkan berbagai potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai suatu tujuan dalam hidup. Anggota pasca MAPABA disebut mu’takid yaitu anggota yang merasa butuh untuk berorganisasi, memiliki keyakinan dan loyalitas bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa dan organisasi mahasiswa Islam yang paling tepat untuk memperjuangkan idealisme mahasiswa, serta mengikuti Ahlusunnah wal-Jama’ah (ASWAJA) sebagai prinsip pemahaman, pengalaman dan penghayatan Islam Indonesia. 

Acara ini diawali dengan pembukaan yang diisi dengan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh senior-senior, debat panel, dzibaan bersama team hadroh PMII Rayon Dakwah UIN Walisongo El-Rada, pentas seni oleh Teater Soko Bumi & peserta Mapaba, sarasehan, expo Lembaga Rayon, dan sidang pemilihan Al Mapaba.

Ketua Kopri PC PMII Kota Semarang sahabati Dewi Avivah menyatakan dalam sambutannya bahwa “Mengenal PMII dapat diawali dengan MAPABA dan bicara tentang  PMII tidak serta merta hanya tentang orang-orang yang berkelompok, orang yang berani bergerombol, tidak hanya tentang organisasi tapi tanggung jawab sebagai mahasiswa. Dari tema yang diangkat ini kita akan mengulas nilai-nilai PMII yang akan di bahas dalam materi PMII-an. Akan ada masanya kita merasa lelah dalam berorganisasi, dan saat itu kita harus selalu ingat bahwa tidak semua teman kita mempunyai akses untuk belajar tentang PMII.” 

Ketua PMII Rayon Dakwah, Emir Syahrizal menyatakan dalam sambutannya “Bahwa dalam kaderisasi terdapat 3 tahapan yaitu Mapaba, PKD, PKL Nasional. Saat ini sahabat/i akan dikenalkan mengenai PMII, dan saya harap sahabat/i dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama, dalam berproses dalam PMII kuncinya hanya satu, yaitu ikhlas.”

Kemudian, Perwakilan dari PMII Cabang Kota Semarang sahabat Muna juga menyatakan dalam sambutannya “Bahwa ketika memasuki kampus, kita memiliki status yang sama yaitu mahasiswa. PMII ini merupakan rumah bagi sahabat/i agar dapat semakin maju. Status-status yang kita dapatkan sebagai ketua cabang, sebagai ketua Kopri, dan yang lain lain didapat dari berproses, sama seperti sahabat/i saat ini, sama sama mengikuti MAPABA. Lantas bisakah sahabat/i mendapatkan status? Tentu bisa! Kapan? Setelah kita berproses.” 

Acara MAPABA ini ditutup dengan foto bersama peserta, jajaran panitia dan pengurus PMII Rayon Dakwah pada pukul 02.00 (Senin, 8/11/2021)


Redaktur : Sahabati Naela

Lembaga Teater Soko Bumi (TSB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan mempe...


Lembaga Teater Soko Bumi (TSB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan memperingati harlahnya yang ke 12 tahun pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 yang bertempat di gedung PPP Mangkang, kegiatan tersebut dihadiri oleh 60 peserta, dan beberapa diantaranya yaitu tamu undangan senior TSB dan juga teater pergerakan se-Jawa Tengah. (24/10/2021)

Kegiatan di lakukan pada malam Ahad pukul 20.00 WIB, rangkaian acara perayaan harlah TSB yaitu dimulai dengan pembukaaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars PMII, dan mars TSB, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Setelah sambutan dilanjutkan dengan acara puncak yaitu prosesi pemotongan tumpeng, di tengah prosesi pemotongan tumpeng ini ada penampilan tari nusantara dari divisi tari. Setelahnya adalah do'a penutupan dilanjut sarasehan oleh senior TSB dan ditutup dengan acara panggung bebas yang berisi pentas-pentas dari senior TSB dan teater lain yg diundang.

Sahabat Andre Alansyah, selaku koordinator musik di Lembaga Teater Soko Bumi periode 2021/2022 mengaku sangat senang karena acara harlah kemaren yang dihadiri peserta dan tamu undangan berlangsung cukup meriah, selain itu juga acara tersebut dapat mempererat tali silaturahmi antar teater pergerakan.

”Intinya ya saya berharap, di hari lahir Teater Soko Bumi yang ke 12 tahun ini, semoga TSB semakin berkembang dan semakin banyak menciptakan karya-karya yang spektakuler,” Ucap sahabat Andre Alansyah.

Reporter : Kiya