PMII RAYON DAKWAH

Innalillahi wa innalillahi rajiun. . Telah mati hati nurani mahasiswa yang bergelar agent of change . Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hin...


Innalillahi wa innalillahi rajiun. .

Telah mati hati nurani mahasiswa yang bergelar agent of change .

Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hingga kini “dibanggakan” oleh sebagian besar masyarakat. Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara-negara di dunia. Sebutan itu bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri yang dipandang sebagai agent of change (agen perubahan).

Mahasiswa mampu untuk mengontrol keadaan negara; bukan untuk memuji, tetapi juga memberikan kontribusi yang nyata untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control). Sebagai kaum harus berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kebijakan para pemegang kekuasaan. Mahasiswa harus mengungkapkan kebenaran dan mengungkap fakta, selalu meneriakkan keadilan, sehingga semua harapan rakyat dan juga janji manis para politik yang selalu berkoar dengan dalih kesejahteraan atas nama rakyat bisa direalisasikan, bukan hanya sekedar omong belaka.

Jangan bilang kamu berubah jika melihat sikapmu hari ini. Punyakah kamu sebuah perhatian atas temanmu yang kesulitan uang kuliah? Adakah kamu merasa marah atas pengumuman-pengumuman yang bunyinya mahasiswa dilarang pakai kaos dan jeans saat kuliah? Bukan kah sebaiknya mereka belajar, membaca buku dan berdiskusi daripada memperdebatkan menggunakan pakaian apa yang pantas digunakan? Jangan sebut dirimu  dewasa jika menyaksikan kemiskinan dirimu hanya iba dan prihatin! Sebenarnya siapa dirimu mahasiswa?


Oleh Sahabat Alfithra Madya Fasa

Sc : Islami.co Hari ini merupakan awal bulan bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H sesuai dengan hasil rukyatul hilal bil fi'li ...

Sc : Islami.co

Hari ini merupakan awal bulan bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H sesuai dengan hasil rukyatul hilal bil fi'li oleh Tim Rukyatul Hilal Nahdlatul Ulama.
Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk kedalam al-Asyharul Hurum atau bulan-bulan yang disucikan, selain Muharram, Rajab dan Dzulqa'dah. Selain itu seperti yang kita ketahui, bulan ini juga termasuk kedalam salah satu bulan haji (Syawal, Dzulqo'dah dan Dzulhijjah). 

Tentu ada banyak keutamaan dan keistimewaan dalam bulan Dzulhijjah, seperti halnya kewajiban melaksanakan Ibadah Haji bagi mereka yang mampu menunaikanya. Kemudian bagi yang bisa menunaikan ibadah haji lebih disarankan untuk memperbanyak amalan sunnah lainnya seperti sedekah, shalat dan puasa.

Sehingga dengan demikian, kesempatan untuk memperoleh keutamaan bulan Dzulhijjah tidak hanya untuk jamaah haji, namun bagi siapa pun mendapat kesempatan untuk mengamalkan ibadah meskipun dengan bentuk yang berbeda-beda. 
Anjuran untuk melaksanakan amalan sholeh ini terdapat dalam beberapa hadist, di antaranya sebagai berikut.

ال ل الله لى الله ليه لم : ا ام العمل الصالح لى الله الأيام العشر

Rasulullah saw bersabda: Tiada ada hari-hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini. (HR At-Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan anjuran beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, namun sebagian besar ulama menggunakan hadist ini sebagai dalil yang dibangun pada awal Dzulhijjah.

Selanjutnya, amalan yang dapat dilakukan untuk menuai keutamaan di bulan Dzulhijjah adalah;
- Memperbanyak dzikir (takbir, tahlil, tahmid)
- Berpuasa di sembilan hari awal Dzulhijjah sangat di anjurkan, atau puasa pada tanggal 8 (Tarwiyah) dan 9 (Arafah).
- Bertaubat karena memang manusia tidak lepas dari perbuatan dosa.
- Memperbanyak amal sholeh seperti sedekah, sholat sunnah, membaca al-Qur'an dan sebagainya.
- Melaksanakan ibadah berkurban di hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.
- Tidak rambut dan kuku untuk orang yang berkurban.
- Menunaikan sholat Idul Adha dan mendengarkan khotbahnya.

Demikian beberapa amalan dan keutamaan bulan Dzulhijjah, semoga kita bisa memanfaatkan sekecil apapun momentum dalam rangka memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik. Semoga kita mendapat taufiq dan hidayah dari Allah swt. Wallahu 'alam.

Oleh Muhammad Abdul Qodir 

Sc: orami.co.id Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan...

Sc: orami.co.id

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan dan ma'unah dari Allah SWT. Rasa syukur kita, mari kita wujudkan dengan memelihara dan meningkatkan taqwa serta kepatuhan kita terhadap Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-perintahnya dan meninggalkan semua larangan-larangannya. Sehingga muncullah cahaya iman yang berjalan dalam perjalanan hidup sehari-hari, Allah SWT tidak akan menetapkan suatu perintah kepada manusia apabila perintah itu tidak terkait dengan pemanfaatan.

Kita yakin, bahwa ibadah puasa pasti mengandung manfaat bagi manusia. Manfaat itu bisa kita lihat dari segi kesehatan maupun dalam pembentukan sikap kepribadian. Dari segi manapun ibadah puasa mampu memberikan kemanfaatan yang nyata, tetapi wajibnya perintah puasa itu semata-mata karena adanya kemanfaatan itu, lebih dari itu Allah SWT menghendaki kita semua menjadi orang-orang yang taqwa. Atas dasar kemanfaatan yang tumbuh dari pelaksanaan ibadah puasa itu, seorang dapat meningkatkan pengabdian dan ketaatannya beribadah kepada Allah SWT sehingga menjadi seorang yang berpredikat muttaqin.

Bulan Ramadhan dapat memberikan kesempatan bagi kaum muslimin untuk tidak terlalu memeras tenaga dan keringatnya untuk mengejar materi, tetapi bulan Ramadhan harus dipacu menjadi bulan yang memiliki produktivitas yang tinggi, produtivitas rohani yaitu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah Bulan limpahan karunia Allah SWT karena bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain diantaranya : 

Allah memilih bulan Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur'an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam untuk memecahkan masalah kehidupan pribadi yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Allah telah memilih bulan ramadhan sebagai bulan penyucian, di bulan ini umat Islam dididik menyucikan batin dan batin yang suci diharapkan akan muncul perbuatan-perbuatan yang terpuji.

Ramadhan juga dipilih sebagai bulan amalan ibadah yang lebih baik dilaksanakan di bulan ini dan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan baik Allah akan mengampuni dosa yang telah lalu. Hal-hal inilah yang mendorong umat Islam menunjukkan kegairahannya dalam menghadapi bulan Ramadhan.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut memberi dalil kepada kita bahwa Allah SWT sama sekali tidak pernah setengah-setengah dalam memuliakan bulan Ramadhan, serta memberikan tempat khusus bagi orang-orang yang ingin menjalankan puasa. Oleh karena itu, amatlah rugi bagi orang-orang yang menyia-nyiakan keutamaan bulan Ramadhan, dan sangat disayangkan bahwa pengertian puasa yang dilakukan oleh masyarakat awam hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Padahal bila dihayati lebih dalam dalam puasa itu memiliki pengertian jauh pada aspek kerohanian bagi setiap orang yang melakukannya. Lebih-lebih di tengah kehidupan dunia yang kini mengacu pada arah persaingan antara individu dan pola hidup materialistis, dengan menjalankan puasa mampu memberi ajaran sederhana, kesabaran, dan rasa syukur yang utuh, 

Puasa menyuguhkan pemandangan yang hakiki di hadapan Allah SWT sehingga puasa akan selalu menyeimbangkan keseimbangan antara dorongan duniawi dengan keyakinan yang sifatnya ukhrawi, agar sederhana menemukan porsi jati dirinya. Jika kita benar-benar menghayati makna dalam waktu yang pasti akan mengungkapkan sikap peduli terhadap nasib-orang yang serba kekurangan dengan tangan untuk membantu atau paling tidak ikut campur tangan mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Oleh karena itu sudah jelas dengan mampu meningkatkan dan meningkatkan kepuasan hidup dan kepedulian kita kepada kaum fakir miskin dan juga mampu menumbuhkan jiwa sabar, jujur, tawakal, dan ikhlas dalam beramal yang akhirnya bisa menjalankan sifat tawadu' dalam segala aktivitas baik hablum minallah ataupun hablum minannas

Karena hal-hal yang terpuji seperti itulah yang mampu menjadikan ibadah puasa sebagai wahana menuju ketakwaan kepada Allah SWT.

Sesuai firman Allah dalam al-Quran : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan di atas kamu wajib sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-baqarah:183)

Melihat ayat diatas sudah jelas bahwa didalam bulan Ramadhan orang-orang mukmin meninggalkan makan dan minum. meninggalkan fajar yang awal puasa mulai dari terbitnya sampai matahari terbenamnya matahari dengan cara dan peraturan yang telah ditentukan oleh syara' atau agama Islam. Jadi kita wajib menjalankan puasa Ramadhan agar kita tergolong orang yang bertaqwa Allah SWT menjadikan surga yang penuh kenikmatan yang disediakan hanya untuk orang yang takwa.

Sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :

اُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya : dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, (Asy-syura' : 90)

dan firman Allah SWT dalam Al-qur'an:  

تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا

Artinya : Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa. (Maryam : 63)

Melihat ayat-ayat tersebut sudah jelas bahwa surga itu tempat orang-orang yang bertaqwa. Mudah mudahan kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini bisa diterima oleh Allah termasuk golongan orang-orang muttaqin amiiin yaa rabbal'alamin.


Oleh : Sahabat Fika

Suara.com Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ram...

Suara.com

Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang lebih baik dari seribu bulan. Melalui bulan Ramadhan ini kita diberikan waktu untuk senantiasa meningkatkan ibadah kita, meningkatkanrasa syukur dan iman kita unuk menjadi lebih baik, menjadi lebih dekat kepada Allah swt. 

Pada bulan tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan amalan puasa sebagai suatu kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yaitu rukun Islam yang keempat. Umat Islam pada bulan tersebut disyariatkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.

Mengenai wajibnya puasa Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ البَيْتِ

”islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain allah dan muhammad adalah utusan-nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan menunaikan haji ke baitullah.” (muttafaqun ‘alaih. Hr. Bukhari no. 8 dalam al iman, bab “islam dibangun atas lima perkara”, dan muslim no. 16 dalam al imam, bab  “rukun-rukun islam”.

Nabi ‘alaihimush shalaatu was salaam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“barangsiapa melakukan puasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

[ HR. Bukhari no. 2014 dan muslim no. 760 ]


Dalam menyambut bulan Ramadhan  terdapat berbagai amalan yang dilakukan seperti bergembira, bersuka cita serta bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, selamat, aman, berislam dan beriman. Sesunguhnya diantara bentuk syukur atas nikmat allah yang besar ini, yaitu dengan bersemangat dan bersungguh-sungguh menghidupkan Ramadhan dengan berbagai amal ketaatan dan kebaikan. 

Adapun bentuk keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan berupa janji-janji indah seperti dihapuskannya semua dosa dan dilipatgandakan pahala.

Dan untuk umat muslim disyariatkan untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.

Para ulama menganjurkan kepada kita untuk senantiasa memperbanyak taubat dan istighfar sebelum memasuki bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dibulan ini kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Adapun syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh ibnu katsir rahimahullah, “menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (tafsir al qur’an al ‘azhim, 14:61). 

Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Semoga allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.

Di antara do'a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii” 

Artinya: “ya allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.” (HR. Bukhari no. 6398 dan muslim no. 2719).

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut dan menjalani ibadah di Bulan Ramadhan Mubarok dengan suka cita, diiringi dengan rasa syukur, taubat dan melaksanakan amalan amalannya. Wallahu a’lam.


Naela Izati

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon Dakwah (RADA) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang mengadakan k...


Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon Dakwah (RADA) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang mengadakan kegiatan pengkaderan Sekolah Islam Gender (SIG) pertama yang bertempat di TPQ Nurul Huda Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal pada Jumat–Ahad (25-27/3).

Ketua Kopri PMII Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Sahabati Yumna menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini sebagai pengkaderan formal pertama dalam tubuh Kopri PMII serta untuk memberikan pemahaman keilmuan keislaman lebih, dan praktik dasar keilmuan keadilan gender kepada seluruh  PMII Rayon dakwah.

"Kegiatan ini untuk semua kader tidak memandang jenis kelamin, karena keilmuan gender harus seimbang bisa terima semua orang supaya bisa melawan ketimpangan yang terjadi, minimal pada diri sendiri berani menyuarakan," harapnya.

Ketua Panitia Ida menjelaskan,  Acara Sekolah Islam Gender tidak bisa terlaksana tanpa bantua semua pihak terutama pengurus kopri, rayon dan semua pihak yang terlibat, antusias peserta  dari internal rayon dan beberapa peserta dari luar rayon sangat luas biasa.

"Saya berterimakasih kepada seluruh panitia, pengurus yang telah mensukseskan acara ini, para peserta dari internal Rayon, dari Undaris dan Unwahas.  Semoga kalian bisa mengamalkan ilmu yang telah didapatkan, " ujarnya.

Ketua KOPRI PC PMII Kota Semarang Sahabati Dewi Avivah sangat mendukung penuh  acara tersebut,  dirinya mengatakan Rayon pertama di kota Semarang yang berani mengadakan SIG hanya disini,  Rayon Dakwah harus memberikan manfaat yang positif secara kualitas bagi agama dan bangsa.

"Ini Sekolah Islam Gender Pertama yang di adakan Rayon, Semoga kepekaan sosial peserta setelah mengikuti kegiatan SIG akan masif mengimplementasikan, serta menyuarakan hak hak nya jika ter diskriminasi," Ungkapnya.

Kegiatan yang mengangkat tema Gender Equality (Aktualisasi keseimbangan peran dalam bingkai pergerakan) ini dibuka langsung oleh Ketua Kopri PC PMII Kota Semarang dan sebelumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syuhbanul Wathon, dan Mars PMII.


Penulis  : Nur Laela Masruroh

Sc: fajarpendidikan.co.id Sya'ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam ...

Sc: fajarpendidikan.co.id

Sya'ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan. Karena bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. 

Karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan.

أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: Usamah bin Zaid] dia berkata; Aku bertanya; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”

Bulan sya’ban juga sangat dimuliakan serta diistimewakan dikarenakan pada bulan ini ayat untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW turun, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(Q.S Al-Ahzab:56)

Bulan sya’ban juga sangat diistimewakan karena pada bulan ini juga ada malam yang sangat dimuliakan yaitu malam nisfu sya’ban. Sebagaimana ada riwayat hadist yang meriwayatkan sebagai berikut.

 إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Artinya: “Ketika malam Nisfu Sya’ban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada–Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada–Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.”

Pada hadist tersebut sangat jelas bahwa pada malam nisfu sya’ban merupakan salah satu malam yang sangat diistimewakan. 

Marilah kita terus berdoa kepadaNya dan perbanyaklah bersholawat kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW pada bulan Sya’ban ini.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”


Oleh Sahabat Bismar

Sc : theAsianparent Sebagai umat muslim sudah seharusnya memperbanyak amalan seperti sedekah, tentunya sedekah tidak memiliki batas dan bisa...

Sc : theAsianparent

Sebagai umat muslim sudah seharusnya memperbanyak amalan seperti sedekah, tentunya sedekah tidak memiliki batas dan bisa dilakukan kapan saja. Dengan bersedekah, harta yang dimiliki akan menjadi lebih suci dan bersih, tidak hanya itu sedekah juga sebagai  pelengkap dari ibadah wajib zakat. Bedanya sedekah memang tidak wajib tetapi sangat banyak memiliki keutamaan, berapapun dan siapapun hartanya, nominal sedekah tidak dibatasi dengan jumlah minimalnya. Hal ini yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam semasa hidupnya yang tidak pernah ragu dan khawatir akan kekurangan harta yang dimiliki dengan melakukan sedekah. Sedekah juga bisa dilakukan diwaktu subuh atau sebelum matahari terbit. Sedekah lebih luas dari zakat ataupun infak. 

Sedekah subuh adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain dengan sukarela dan ikhlas tidak dibatasi jumlah dan waktu, waktu yang tepat untuk melakukan sedekah subuh adalah setelah salat subuh dengan memasukkan sedekah ke kotak amal, untuk melakukan sedekah subuh tidak perlu mencari kotak amal dimasjid, anak yatim ataupun orang miskin akan tetapi kita hanya cukup membuat kotak amal dari kaleng atau botol. Sedekah subuh memiliki keutamaan bagi umat Islam yaitu dapat mengabulkan hajat kita seperti dalam hadis “Tidak ada satu subuh yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu diantara keduanya berdoa, ‘Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfak, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis diatas menjelaskan bahwa setiap subuh ada malaikat yang mendoakan agar rezeki kita mengalir terus dan ada malaikat yang mendoakan agar kita miskin karena tidak mau bersedekah. Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah maka Allah akan melipat gandakan, inilah janji Allah ketika mengeluarkan hartanya dijalan Allah maka hartanya tidak akan berkurang, melainkan Allah akan membalas dengan kebaikan yang berlipat. Maka sedekah subuh menjadi hebat untuk mengawali harimu agar doa-doamu untuk hari itu mudah dikabulkan oleh Allah, tidak hanya itu sedekah subuh juga dapat menghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Malaikat yang turun ke bumi saat sedang bersedekah subuh maka malaikat akan segera mendoakan orang yang bersedekah. Setiap manuasia menginginkan masuk ke surga, tentunya harus melakukan banyak amalan baik secara istiqomah maka dengan kita melakukan sedekah subuh, menjadi salah satu kunci agar masuk surga. Dalam bersedekah tidak harus banyak tetapi konsisten dalam melakukan sedekah secara rutin, saat melakukan sedekah niatkan dengan khusyuk untuk bersedekah.

Sedekah subuh dilakukan ketika seusai salat subuh dimasjid, memasukkan uang kedalam kotak amal masjid, bisa juga mengirimkan uang berupa sedekah lewat rekening, adapun memberi makan diwaktu subuh untuk orang yang membutuhkan, bisa juga mengantarkan bantuan kepada korban bencana berupa logistik dan bisa membuat kotak amal sendiri menggunakan kaleng atau botol atau benda lainnya yang bisa dijadikan tempat untuk kita bersedekah di rumah, kosan maupun kontrakan, ketika uang sedekahnya sudah terkumpul banyak kemudian dikasihkan kepada masjid atau orang disekitar kita yang sedang membutuhkan bantuan. 

Dengan banyaknya manfaat untuk mengamalkan sedekah subuh, kita laksanakan dengan konsisten, memang sedekah subuh banyak keutamaan dibandingkan waktu lain karena diwaktu subuh itulah masih banyak orang yang terlelap tidur sedangkan kita sudah sibuk meraih ridho dan pahala dari Allah SWT. Selain mengharapkan ridho Allah, kita juga bisa mengharap untuk diri kita sendiri, sedekah subuh yang dilakukan dapat meringankan kesulitan orang lain.  


Oleh Sahabati Keisa