PMII RAYON DAKWAH

  Aksi Blokade (May Day) di Jrakah, Ngaliyan, Semarang Sabtu,(1/5/21) Semarang, Kejora -Dalam rangka memperingati May Day Geram (Gerakan Ra...

Peringatan May Day Geram Gelar Aksi Blokade

 






Aksi Blokade (May Day) di Jrakah, Ngaliyan, Semarang
Sabtu,(1/5/21)

Semarang, Kejora-Dalam rangka memperingati May Day Geram (Gerakan Rakyat Melawan) adakan aksi blokade. Aliansi dari aksi blokade May Day yaitu dari serikat buruh dan para mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kota Semarang.  Aksi tersebut diikuti oleh 100 orang dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa yang dilakukan tepat di depan Pasar Jrakah, Ngaliyan, Semarang pada pukul. 12.15 WIB.  Sabtu, (1//5/21).

Sahabat Dimas yang merupakan Koordinator Sosial Politik PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa tujuan Aksi Blokade ini adalah sebagai refleksi May Day yang merupakan momentum bersejarah. Perihal kekuatan politik dari teman-teman buruh yang menuntut terkait hak pemotongan jam kerja, hak-hak upah, dan hak-hak dasar. Tetapi, tujuan besarnya adalah adanya Undang-Undang Cipta Kerja beserta peraturan-peraturan turunannya itu yang menjadi hajat kita bersama.

“Aksi berlangsung dengan kondusif dimulai dititik kumpul dan melakukan orasi secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi tuntutan-tuntutan kita akan tetapi di dalam titik aksi mendapatkan tindakan represif dari aparat, ada dari temen-temen mahasiswa UIN dan UNNES dengan menggunakan alat-alat negara”  Ujarkan pasca di wawancarai pada saat aksi berlangusung.

Sahabat Dimas memaparkan persiapan yang dilakukan sebelum Aksi dilakukan. Pertama, melakukan konsolidasi tiga kali, tambah sulam apa yang menjadi gagasan-gagasan gerakan, tuntutan-tuntutan, kemudian kelola menjadi satu aspirasi Bersama untuk disampaikan. Meskipun sudah dilakukan periapan yang matang, aksi blokade ini terjadi berbagai macam kendala salah satunya tindakan represif aparat negara. Padahal Negara Indonesia merupakan negara demokrasi. Ini menjadi demoralisasi dalam gerakan karena di dalam undang-undang rakyat berhak menyampaikan aspirasinya.

 

 

Rep. Lutfi/Red.Ratna

 


0 komentar: