PMII RAYON DAKWAH

  PRAJURIT Karya: Aldhania uswatun hasanah Subuh menyingsing di ufuk timur Nusantara. Matahari begitu tenang, menggagas pagi yang hampir mem...

 PRAJURIT

Karya: Aldhania uswatun hasanah




Subuh menyingsing di ufuk timur Nusantara.

Matahari begitu tenang, menggagas pagi yang hampir membulat.

Di tengah samudra yang membentang,

Para prajurit bersiap, tak sabar kembali menghirup udara luar. 

"Bersiaplah! Kita akan menuju dermaga"


Seorang istri yang menanti kepulangan,

Mengirimi pesan berkali-kali, memberi sinyal kerinduan yang teramat sangat.

"Mungkin dia sedang sibuk.." gumamnya.


Tepat setelah ashar, 

Pertanda hari mulai sore, 

Di sudut ruang keluarga, suara televisi membuatnya tersentak, "Telah hilang kontak, Kapal selam KRI Nanggala 402..." 

Di iringi rengekan seorang anak belia, juga rindu akan ayahnya.


Apa ?

Tidak mungkin. bukan dia!


Sekujur tubuh merintih tak berdaya, 

Hiasi kekhawatirannya yang tak menentu, 

Airmata merembes dari kedua matanya, 

Tidak lupa, sembari menengadah kepada Tuhan mengharap keajaiban.


Waktu hampir usai,

Aroma laut memberi tanda tak biasa, 

Tidak ada kabar yang membuatnya bernafas lega, hingga setibanya pada ujung penantian, kapal selam itu dinyatakan tenggelam.


Sementara itu, 

Para prajurit berbaris gagah menuju dermaganya,

Tidak ada yang hilang,

Kilau keberanian menjadi saksi atas perjuanganmu, 

Jiwa ketulusan, membawamu syahid bersama tugas negara.

Jasamu akan tetap terpatri,

Kendatipun kau telah tiada.

On eternal patrol Nanggala

0 komentar: