PMII RAYON DAKWAH

PMII Rayon Dakwah kembali melaksanakan kegiatan “BATUDIS” pada hari Rabu, 26 Januari 2022. Kegiatan yang diselengarakan Departemen Rumah Ide...

Baca, Tulis, dan Diskusi


PMII Rayon Dakwah kembali melaksanakan kegiatan “BATUDIS” pada hari Rabu, 26 Januari 2022. Kegiatan yang diselengarakan Departemen Rumah Ide tersebut merupakan program rutinan yang mana telah diikuti sekitar 30 sahabat-sahabati, baik dari pengurus, anggota, maupun kader-kader yang berproses di PMII Rayon Dakwah. Pada kesempatan ini, buku yang dibedah berjudul “Menjadi Kader PMII” karya Ahmad Hifni yang diterbitkan pada bulan April 2016. Beliau adalah seorang aktifis PMII yang aktif di dunia tulis menulis dan mana karyanya sudah banyak dikenal oleh kader-kader PMII.

Pada “BATUDIS” ini, dipandu oleh Sahabat Fauzan selaku pengurus Departemen Rumah Ide. Buku Menjadi Kader PMII yang ditulis oleh Ahmad Hifni ini, merupakan sebuah buku yang sangat menarik dan penting untuk dibaca oleh seluruh kader PMII, yang mana buku tersebut bisa dijadikan salah satu pijakan pemikiran dan ideologi yang kuat. Bisa berpandangan bahwa PMII masih sangat relevan kehadirannya dalam konteks ke-Indonesiaan, bahkan global.

Harapan awal diadakan kegiatan “BATUDIS” adalah menjadi wadah bagi sahabat-sahabati untuk mau membaca akan suatu hal, dan tau sebenarnya letak persoalan dan belajar mencurahkan pikirannya juga melatih kemampuan public speaking. Apabila kegitan dapat konsisten berjalan, kami yakin cara berfikir sahabat-sahabati akan lebih tajam, dan mampu menyikapi suatu perbedaan dengan arif dan bijak. Disisi lain juga dapat menguatkan solidaritas dan kebersamaan para anggotanya. Ketika “BATUDIS” di mulai, maka disitulah keingin-tahuan para anggota meningkat sehingga dapat memicu adanya diskusi yang menarik.

Kegiatan diskusi ini diselengarakan secara tematik, metode yang digunakan adalah membahas 2 bab sekali pertemuan, dan terus berlanjut sampai selesai. Pada diskusi kali ini, garis besar dalam pembahasan terkait Bab 1 “Latar Historis PMII”, dimana dalam dinamika sosio-historis, baik dalam ranah gerakan, intelektual dan kedinamisan organisasi. Pada Bab 2 “PMII dan Keislaman” mengenai ASWAJA sebagai ideologi dan manhajul fikr wal harokah, bagaimana PMII dalam pergerakan tetap berpegang teguh pada ideology tersebut, yang mana bukan hanya sebatas landasan akan tetapi, kader PMII harus berpegang ASWAJA dan prinsip-prinsip dasarnya.


Reporter : Tyas Aminatun

0 komentar: