PMII RAYON DAKWAH

Suara.com Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ram...

Sambut Bulan Suci Ramaadhan dengan Berbagai Amalan

Suara.com

Bulan suci ramadhan, bulan yang selalui dinantikan dan disambut dengan bahagia oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang lebih baik dari seribu bulan. Melalui bulan Ramadhan ini kita diberikan waktu untuk senantiasa meningkatkan ibadah kita, meningkatkanrasa syukur dan iman kita unuk menjadi lebih baik, menjadi lebih dekat kepada Allah swt. 

Pada bulan tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan amalan puasa sebagai suatu kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yaitu rukun Islam yang keempat. Umat Islam pada bulan tersebut disyariatkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.

Mengenai wajibnya puasa Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ البَيْتِ

”islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain allah dan muhammad adalah utusan-nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan menunaikan haji ke baitullah.” (muttafaqun ‘alaih. Hr. Bukhari no. 8 dalam al iman, bab “islam dibangun atas lima perkara”, dan muslim no. 16 dalam al imam, bab  “rukun-rukun islam”.

Nabi ‘alaihimush shalaatu was salaam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“barangsiapa melakukan puasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

[ HR. Bukhari no. 2014 dan muslim no. 760 ]


Dalam menyambut bulan Ramadhan  terdapat berbagai amalan yang dilakukan seperti bergembira, bersuka cita serta bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, selamat, aman, berislam dan beriman. Sesunguhnya diantara bentuk syukur atas nikmat allah yang besar ini, yaitu dengan bersemangat dan bersungguh-sungguh menghidupkan Ramadhan dengan berbagai amal ketaatan dan kebaikan. 

Adapun bentuk keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan berupa janji-janji indah seperti dihapuskannya semua dosa dan dilipatgandakan pahala.

Dan untuk umat muslim disyariatkan untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.

Para ulama menganjurkan kepada kita untuk senantiasa memperbanyak taubat dan istighfar sebelum memasuki bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan harapan agar dibulan ini kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Adapun syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh ibnu katsir rahimahullah, “menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (tafsir al qur’an al ‘azhim, 14:61). 

Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Semoga allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.

Di antara do'a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii” 

Artinya: “ya allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.” (HR. Bukhari no. 6398 dan muslim no. 2719).

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita lebih baik dari sebelumnya. Marilah kita menyambut dan menjalani ibadah di Bulan Ramadhan Mubarok dengan suka cita, diiringi dengan rasa syukur, taubat dan melaksanakan amalan amalannya. Wallahu a’lam.


Naela Izati

0 komentar: