PMII RAYON DAKWAH

Sc: orami.co.id Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan...

“Kemuliaan bulan Ramadhan dan Hikmah Puasa”

Sc: orami.co.id

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagi kita kaum muslimin yang menemukan kembali bulan yang mulia ini, bulan yang penuhan dan ma'unah dari Allah SWT. Rasa syukur kita, mari kita wujudkan dengan memelihara dan meningkatkan taqwa serta kepatuhan kita terhadap Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah-perintahnya dan meninggalkan semua larangan-larangannya. Sehingga muncullah cahaya iman yang berjalan dalam perjalanan hidup sehari-hari, Allah SWT tidak akan menetapkan suatu perintah kepada manusia apabila perintah itu tidak terkait dengan pemanfaatan.

Kita yakin, bahwa ibadah puasa pasti mengandung manfaat bagi manusia. Manfaat itu bisa kita lihat dari segi kesehatan maupun dalam pembentukan sikap kepribadian. Dari segi manapun ibadah puasa mampu memberikan kemanfaatan yang nyata, tetapi wajibnya perintah puasa itu semata-mata karena adanya kemanfaatan itu, lebih dari itu Allah SWT menghendaki kita semua menjadi orang-orang yang taqwa. Atas dasar kemanfaatan yang tumbuh dari pelaksanaan ibadah puasa itu, seorang dapat meningkatkan pengabdian dan ketaatannya beribadah kepada Allah SWT sehingga menjadi seorang yang berpredikat muttaqin.

Bulan Ramadhan dapat memberikan kesempatan bagi kaum muslimin untuk tidak terlalu memeras tenaga dan keringatnya untuk mengejar materi, tetapi bulan Ramadhan harus dipacu menjadi bulan yang memiliki produktivitas yang tinggi, produtivitas rohani yaitu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah Bulan limpahan karunia Allah SWT karena bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain diantaranya : 

Allah memilih bulan Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur'an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam untuk memecahkan masalah kehidupan pribadi yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Allah telah memilih bulan ramadhan sebagai bulan penyucian, di bulan ini umat Islam dididik menyucikan batin dan batin yang suci diharapkan akan muncul perbuatan-perbuatan yang terpuji.

Ramadhan juga dipilih sebagai bulan amalan ibadah yang lebih baik dilaksanakan di bulan ini dan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan baik Allah akan mengampuni dosa yang telah lalu. Hal-hal inilah yang mendorong umat Islam menunjukkan kegairahannya dalam menghadapi bulan Ramadhan.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut memberi dalil kepada kita bahwa Allah SWT sama sekali tidak pernah setengah-setengah dalam memuliakan bulan Ramadhan, serta memberikan tempat khusus bagi orang-orang yang ingin menjalankan puasa. Oleh karena itu, amatlah rugi bagi orang-orang yang menyia-nyiakan keutamaan bulan Ramadhan, dan sangat disayangkan bahwa pengertian puasa yang dilakukan oleh masyarakat awam hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Padahal bila dihayati lebih dalam dalam puasa itu memiliki pengertian jauh pada aspek kerohanian bagi setiap orang yang melakukannya. Lebih-lebih di tengah kehidupan dunia yang kini mengacu pada arah persaingan antara individu dan pola hidup materialistis, dengan menjalankan puasa mampu memberi ajaran sederhana, kesabaran, dan rasa syukur yang utuh, 

Puasa menyuguhkan pemandangan yang hakiki di hadapan Allah SWT sehingga puasa akan selalu menyeimbangkan keseimbangan antara dorongan duniawi dengan keyakinan yang sifatnya ukhrawi, agar sederhana menemukan porsi jati dirinya. Jika kita benar-benar menghayati makna dalam waktu yang pasti akan mengungkapkan sikap peduli terhadap nasib-orang yang serba kekurangan dengan tangan untuk membantu atau paling tidak ikut campur tangan mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Oleh karena itu sudah jelas dengan mampu meningkatkan dan meningkatkan kepuasan hidup dan kepedulian kita kepada kaum fakir miskin dan juga mampu menumbuhkan jiwa sabar, jujur, tawakal, dan ikhlas dalam beramal yang akhirnya bisa menjalankan sifat tawadu' dalam segala aktivitas baik hablum minallah ataupun hablum minannas

Karena hal-hal yang terpuji seperti itulah yang mampu menjadikan ibadah puasa sebagai wahana menuju ketakwaan kepada Allah SWT.

Sesuai firman Allah dalam al-Quran : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan di atas kamu wajib sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-baqarah:183)

Melihat ayat diatas sudah jelas bahwa didalam bulan Ramadhan orang-orang mukmin meninggalkan makan dan minum. meninggalkan fajar yang awal puasa mulai dari terbitnya sampai matahari terbenamnya matahari dengan cara dan peraturan yang telah ditentukan oleh syara' atau agama Islam. Jadi kita wajib menjalankan puasa Ramadhan agar kita tergolong orang yang bertaqwa Allah SWT menjadikan surga yang penuh kenikmatan yang disediakan hanya untuk orang yang takwa.

Sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :

اُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya : dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa, (Asy-syura' : 90)

dan firman Allah SWT dalam Al-qur'an:  

تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا

Artinya : Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa. (Maryam : 63)

Melihat ayat-ayat tersebut sudah jelas bahwa surga itu tempat orang-orang yang bertaqwa. Mudah mudahan kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini bisa diterima oleh Allah termasuk golongan orang-orang muttaqin amiiin yaa rabbal'alamin.


Oleh : Sahabat Fika

0 komentar: