MASIGNASUKAv102
6510051498749449419

Menuntut Ilmu di Tengah Viralnya “Kuliah Itu Scam”, Sebagai Momentum Meluruskan Niat dan Cara Belajar

Menuntut Ilmu di Tengah Viralnya “Kuliah Itu Scam”, Sebagai Momentum Meluruskan Niat dan Cara Belajar
Add Comments
Jumat, 09 Januari 2026

(Doc. Google.com)

Belakangan ini media sosial ramai dengan pernyataan bahwa “kuliah itu scam”. Banyak yang merasa bahwa biaya pendidikan tinggi mahal, tugas menumpuk, tekanan mental meningkat, sementara pekerjaan setelah lulus tidak selalu mudah didapatkan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pelajar dan mahasiswa, apakah kuliah masih penting?

Dalam Islam, menuntut ilmu bukan sekadar urusan gelar dan pekerjaan, tetapi ibadah. Rasulullah Saw. bersabda bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Artinya, nilai utama dari ilmu terletak pada niat dan manfaatnya, bukan hanya pada ijazahnya. Viral opini tentang “kuliah itu scam” seharusnya tidak membuat kita membenci pendidikan, tetapi menjadi momentum untuk muhasabah, sudahkah kita menuntut ilmu dengan cara yang benar?

Kuliah bukan jaminan otomatis sukses dunia, sebagaimana ketika kita tidak kuliah bukan berarti gagal. Islam mengajarkan bahwa rezeki datang dari Allah, sedangkan kuliah, belajar, dan bekerja adalah ikhtiar. Yang menjadi masalah bukan kuliahnya, tetapi cara kita memaknainya. Jika kuliah hanya dianggap sebagai jalan cepat mencari uang dan status sosial, maka kekecewaan mudah muncul. Namun apabila kuliah dipandang sebagai sarana menambah ilmu, memperluas wawasan, dan memberi manfaat bagi orang lain, maka setiap prosesnya bernilai ibadah.

Muhasabah penting dilakukan apakah selama ini kita benar-benar belajar atau hanya mengejar nilai? Apakah kita menghargai guru dan ilmu, atau sekadar mengejar kelulusan? Apakah waktu lebih banyak habis pada tugas, atau justru pada bermain gawai dan media sosial? Tantangan hari ini bukan hanya beratnya kuliah, tetapi lemahnya kesungguhan belajar.

Menuntut ilmu di era sekarang tidak hanya bisa dilakukan melalui bangku kuliah. Buku, kajian, platform digital, guru, dan pengalaman kehidupan juga merupakan sumber ilmu. Namun adab tetap menjadi kunci, seperti hormat pada guru, jujur dalam tugas, tidak mencontek, serta tidak sombong dengan ilmu yang dimiliki.

Tujuan utama menuntut ilmu bagi seorang muslim adalah mencari ridha Allah Swt. Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan yang benar dan salah, memperbaiki diri, serta memberi manfaat bagi umat. Setiap ilmu yang diamalkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Semoga hiruk pikuk perdebatan tentang “kuliah itu scam” tidak membuat kita putus asa, tetapi justru menguatkan tekad untuk menata niat, memperbaiki cara belajar, dan menjadikan ilmu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dimudahkan dalam menuntut ilmu yang berkah dan bermanfaat. Amin.


Penulis : Fatikhatur Rahmatika