Perbincangan tentang nikah muda dan pilihan menunda
pendidikan sedang ramai di media sosial. Banyak orang menganggap nikah muda
sebagai keputusan nekat yang penuh risiko, sedangkan menunda menikah demi
pendidikan dianggap sebagai pilihan paling aman. Padahal, kenyataannya tidak
sesederhana itu. Hidup tidak selalu bisa dilihat hitam dan putih. Setiap
pilihan memiliki tantangan dan pertimbangannya masing-masing.
Nikah muda sering dianggap hanya didorong oleh emosi atau
tekanan lingkungan. Namun bagi sebagian orang, menikah di usia muda justru
menjadi awal belajar bertanggung jawab. Dalam pernikahan, seseorang belajar
berbagi peran, menyelesaikan masalah bersama, serta mengambil keputusan bukan
hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan. Artinya, nikah muda bukan
sekadar berani mengambil risiko, melainkan kesiapan untuk belajar dan tumbuh
bersama.
Meski begitu, pendidikan tetap menjadi hal penting yang
tidak bisa diabaikan. Pendidikan membantu membentuk cara berpikir, membuka
wawasan, dan meningkatkan kualitas hidup. Jika pendidikan terhenti karena
menikah terlalu dini, bisa muncul dampak jangka panjang, seperti terbatasnya
peluang kerja, ketergantungan ekonomi, dan kesulitan menghadapi tantangan rumah
tangga. Karena itu, keputusan menikah perlu dipikirkan secara matang dengan
mempertimbangkan keberlanjutan pendidikan.
Di sisi lain, menunda pernikahan demi menyelesaikan
pendidikan juga bukan berarti menghindari tanggung jawab. Banyak orang justru
ingin mempersiapkan diri lebih baik agar ketika menikah sudah memiliki bekal
ilmu, kedewasaan, dan kemandirian. Pendidikan bukan hanya soal gelar, tetapi
juga tentang pembentukan karakter, cara berpikir dewasa, dan kemampuan
mengambil keputusan secara bijak.
Keberanian sejati bukanlah bertindak nekat tanpa
pertimbangan, melainkan berani mengambil keputusan dengan sadar akan risiko dan
tanggung jawabnya. Begitu pula kehati-hatian bukan tanda takut, tetapi wujud
kebijaksanaan dalam merencanakan masa depan. Baik nikah muda maupun menunda
pendidikan sama-sama bisa menjadi pilihan yang baik, selama dijalani dengan
kesiapan.
Karena itu, keputusan menikah atau melanjutkan pendidikan
seharusnya tidak hanya dilihat dari usia. Yang lebih penting adalah kesiapan
mental, emosional, finansial, dan sosial. Setiap orang memiliki latar belakang
dan tujuan hidup yang berbeda, sehingga tidak adil jika satu pilihan dianggap
paling benar untuk semua orang.
Penulis : Livia Alviatunnajah
Posted by 

comment 0 Comments
more_vert