Pergantian tahun merupakan momentum yang tepat bagi setiap muslim untuk melakukan muhasabah diri. Waktu yang terus berjalan adalah amanah dari Allah Swt. yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, hadirnya tahun baru semestinya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki kualitas iman, ibadah, dan akhlak.
Muhasabah sebagai Langkah Awal
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa melakukan introspeksi diri.
Umar bin Khattab r.a. pernah berkata, “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
Tahun yang telah berlalu menyimpan berbagai amal yang telah dilakukan, baik
kebaikan maupun kelalaian. Tahun baru sejatinya bukan hanya tentang pergantian
angka, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup. Setiap hari
adalah peluang untuk menjadi versi diri yang lebih baik. Dengan muhasabah,
seorang muslim dapat mengenali kekurangan diri dan menjadikannya sebagai bahan
perbaikan di masa mendatang.
Resolusi sebagai Niat untuk Berubah
Dalam Islam, setiap amal bergantung pada niat. Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Resolusi tahun baru dapat dimaknai
sebagai niat yang kuat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Resolusi bukan sekadar daftar keinginan, melainkan komitmen pribadi untuk
melakukan perubahan positif. Resolusi tahun baru mencerminkan kesadaran manusia
akan keterbatasan diri serta keinginan untuk terus bertumbuh. Dengan menetapkan
resolusi, seseorang belajar mengenali prioritas hidup, tujuan yang ingin
dicapai, dan nilai-nilai yang ingin diperjuangkan sepanjang tahun.Resolusi yang
islami tidak hanya berorientasi pada urusan dunia, tetapi juga akhirat, seperti
meningkatkan kualitas shalat, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, menjaga lisan,
memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Waktu sebagai Amanah
Seorang muslim meyakini bahwa waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Allah Swt. berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan…”
(QS. Al-‘Ashr [103]: 1–3)
Ayat ini mengingatkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang
mampu memanfaatkan waktu dengan iman dan amal saleh. Tahun baru menjadi
pengingat bahwa usia terus berkurang, sementara bekal menuju akhirat harus
terus ditambah.
Konsistensi dalam Amal Kebaikan
Resolusi yang baik harus diiringi dengan
istiqamah. Islam mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah
amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Dengan menjaga
konsistensi, perubahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi kebiasaan
yang melekat dalam kehidupan seorang muslim.
Mengharap Ridha Allah dalam Setiap
Langkah
Tujuan utama dari resolusi seorang muslim adalah mengharap ridha Allah Swt. Setiap usaha, sekecil apa pun, bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah. Tahun baru seharusnya menjadi awal untuk memperbaiki niat, memperkuat tekad, dan meningkatkan kedekatan kepada-Nya.
Tahun baru dan resolusi baru dalam Islam bukanlah sekadar tradisi, melainkan sarana untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Tahun baru, resolusi baru” adalah ajakan untuk tidak berhenti berbenah dan berproses. Bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk berubah.. Dengan muhasabah, niat yang lurus, serta konsistensi dalam amal kebaikan, semoga tahun yang baru menjadi tahun yang lebih berkah dan penuh kebermanfaatan, baik di dunia maupun di akhirat.
Penulis : Muhimmatus Saniyah
Posted by 

comment 0 Comments
more_vert