MASIGNASUKAv102
6510051498749449419

Gen Z di Persimpangan Ambisi dan Tawakal

Gen Z di Persimpangan Ambisi dan Tawakal
Add Comments
Jumat, 12 Juni 2026


(Doc. Canva.com)

Gen Z dikenal sebagai generasi yang penuh semangat dan memiliki banyak mimpi. Berbagai target ingin dicapai, mulai dari pendidikan, karier, hingga kehidupan yang dianggap ideal. Ambisi tersebut tentu menjadi energi untuk terus berkembang dan memperbaiki diri. Namun, di balik semangat itu, tidak sedikit anak muda yang diam-diam menyimpan rasa lelah karena terus berusaha memenuhi berbagai ekspektasi, baik dari lingkungan maupun dari dirinya sendiri.

Di era digital, keberhasilan sering kali diukur melalui apa yang terlihat. Pencapaian akademik, pekerjaan yang mapan, hingga kehidupan yang tampak sempurna di media sosial, seolah menjadi standar baru dalam menilai diri. Akibatnya, banyak anak muda merasa berhasil ketika targetnya tercapai, tetapi merasa gagal ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Padahal, hidup tidak selalu berjalan mengikuti rencana yang telah disusun dengan matang.

Dalam Islam, manusia diajarkan untuk berusaha sebaik mungkin tanpa melupakan tawakal. Allah Swt. berfirman:

“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159).

Ayat tersebut mengajarkan bahwa ikhtiar dan tawakal bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi. Manusia diperintahkan untuk bekerja keras, belajar, dan berjuang meraih apa yang dicita-citakan. Setelah itu, hasil akhirnya tetap diserahkan kepada Allah sebagai bentuk keimanan dan kepercayaan kepada-Nya.

Ambisi memang penting karena dapat mendorong seseorang untuk terus bergerak maju. Akan tetapi, ambisi yang tidak diiringi dengan tawakal sering kali melahirkan kegelisahan. Seseorang menjadi terlalu sibuk memikirkan hasil, takut gagal, dan cemas terhadap masa depan yang belum tentu terjadi. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Ada banyak perkara yang hanya dapat dipahami melalui keyakinan bahwa Allah memiliki rencana terbaik bagi setiap hamba-Nya.

Oleh karena itu, menjadi Gen Z bukan berarti harus selalu kuat, produktif, dan sempurna setiap saat. Ada kalanya, seseorang perlu berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri dan mengingat bahwa hidup bukan hanya tentang mengejar pencapaian. Terkadang, ketenangan justru hadir ketika seseorang mampu menyeimbangkan antara usaha dan tawakal. Pada akhirnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang berhasil diraih, tetapi juga dari kemampuan untuk tetap percaya kepada Allah dalam setiap proses kehidupan.


Penulis : Fatikhatur Rahmatika

Editor : Neha Latifatunnikmah