Tahun Baru Hijriah merupakan pergantian tahun dalam kalender Islam yang
dimulai pada tanggal 1 Muharram. Kalender
Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan (qamariyah)
dan ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah
ke Madinah. Peristiwa hijrah
tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam karena menandai
dimulainya pembentukan masyarakat Islam yang lebih kuat, mandiri, dan
berperadaban. Oleh karena itu, Tahun Baru Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai
pergantian waktu, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan refleksi dan
perubahan ke arah yang lebih baik.
Makna hijrah dalam Islam tidak terbatas pada perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lainnya, melainkan mencakup perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam. Semangat hijrah mengajarkan umat Islam untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat akhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, Tahun Baru Hijriah menjadi sarana evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui selama satu tahun sebelumnya.
Adapun Hadist yang dapat menjadi motivasi dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” (HR. Ahmad).
Hadis diatas mengajarkan bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari kualitas ibadah pribadinya, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Oleh karena itu, semangat Tahun Baru Hijriah hendaknya diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah memiliki relevansi yang kuat dengan semangat perjuangan generasi muda, khususnya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sebagai organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, PMII mendorong anggotanya untuk terus melakukan perubahan positif melalui pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial. Semangat hijrah dapat dimaknai sebagai upaya kader PMII untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri demi terciptanya masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.
Dalam konteks pergerakan mahasiswa, hijrah juga dapat dipahami sebagai transformasi pemikiran dari sikap pasif menjadi aktif, dari ketidaktahuan menuju keilmuan, serta dari individualisme menuju kepedulian sosial. PMII mengajarkan bahwa mahasiswa tidak hanya bertugas menuntut ilmu di bangku kuliah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal perubahan sosial dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Semangat inilah yang sejalan dengan nilai hijrah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam.
Selain itu, Tahun Baru Hijriah juga menjadi momentum bagi kader PMII untuk memperkuat komitmen terhadap tiga dimensi utama gerakan, yaitu dzikir, fikir, dan amal saleh. Dzikir mencerminkan kedekatan kepada Allah SWT, fikir menunjukkan penguatan intelektualitas dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan amal saleh diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk kader PMII yang berintegritas dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dengan demikian, peringatan Tahun Baru Hijriah tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi kader PMII untuk terus bergerak, belajar, dan berjuang demi kemajuan umat dan bangsa. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW hendaknya menjadi motivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun organisasi. Melalui semangat tersebut, kader PMII diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, keilmuan, dan kemanusiaan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan bermartabat.
Penulis : Komandan Guntur
Editor : Neha Latifatunnikmah
Posted by %20(1).png)

comment 0 Comments
more_vert