PMII RAYON DAKWAH

Sc : dialektika.id Oleh Sahabat Arief Rahman Hakim Keutaman puasa di bulan rajab terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu...

Keutamaan Puasa di Bulan Rajab dan Qiyamullail di Malam Pertama

Sc : dialektika.id
Oleh Sahabat Arief Rahman Hakim

Keutaman puasa di bulan rajab terdapat dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah. Anjuran puasa di bulan ini sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada salah seorang dari Suku Al-Bahila.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Al-Bahiliy: "Kalau begitu, puasa Ramadhan, kemudian 3 hari setelahnya, dan berpuasalah pada bulan-bulan Haram!". Inilah dalil dianjurkannya puasa Rajab karena Rajab termasuk bulan-bulan Haram (Asyhurul Hurum).

Para ulama Salaf sangat suka melakukan puasa pada bulan-bulan haram. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: "Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya." Bahkan Ibnu Umar, Al-Hasan Al-Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya." (Lihat Latho-if Al Ma’arif, 214).

Keutamaan lain dari puasa Rajab disebutkan dalam Kitab Al-Ghunyah karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani. Berikut keterangannya: "Telah mengabarkan kepada kami, Syaikh Al-Imam Hibatullah dengan sanadnya dari Maimun bin Mahran dengan sanadnya dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa berpuasa pada awal bulan Rajab maka membandingi puasa satu bulan. Barang siapa berpuasa 7 hari, maka ditutup darinya pintu Jahannam yang tujuh. Barang siapa berpuasa 8 hari maka dibuka untuknya pintu surga yang delapan. Barang siapa berpuasa 10 hari maka Allah mengganti kejelekan orang itu dengan kebaikan. Barang siapa berpuasa 18 hari maka ada penyeru yang memanggil dari langit, kamu telah diampuni, makanya mulailah beramal."

"Telah mengabarkan kepada kami, Al-Imam Hibatullah dengan sanadnya, dari Salaamah bin Qais, beliau memarfu'kanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:  "Barangsiapa yang berpuasa di hari pertama di bulan Rajab maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama enam puluh tahun. Barang siapa berpuasa 15 hari maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah. Barang siapa berpuasa 30 hari dari bulan Rajab maka Allah menulis untuknya keridhaan-Nya dan tidak akan menyiksa orang tersebut."  Diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menulis kepada Hajjaj bin Arthaah saat dia di Bashrah, ada yang mengatakan kepada Adi bin Arthaah, "Tetapilah kamu dengan empat malam di dalam satu tahun, karena Allah mencurahkan rahmat di dalamnya. Yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam tanggal 27 Ramadhan dan malam hari Raya Idul Fitri.  Qiyamullail di Malam Pertama."

Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam pertama dengan ibadah Qiyamullail dan siangnya berpuasa. Dari Khalid bin Ma'daan rahimahullah bahwasanya beliau berkata: "Ada lima malam di dalam satu tahun, siapa menghidupkannya karena mengharapkan pahalanya dan membenarkan dengan janjinya, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga, yaitu:  "Malam pertama bulan Rajab dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berpuasa di siangnya. Dua malam Hari Raya dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berbuka pada siangnya. Malam Nisfu Sya'ban dan berpuasa di siangnya. Dan malam 'Asyura dengan melakukan Qiyam di malamnya dan berpuasa pada siangnya."  

Sumber : Kitab Al Ghunyah karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani, Juz 1 Halaman 235-236  https://kalam.sindonews.com/read/673909/68/keutamaan-puasa-rajab-dan-qiyamullail-di-malam-pertama-1643727761/10 

0 komentar: