PMII RAYON DAKWAH

sc: serambinews.com Oleh Sahabati Nuzuli Rohmatil Ada beberapa bulan hijriyah yang dimuliakan dalam Islam, di antaranya yaitu bulan Rajab. T...

Rahasia Bulan Rajab


sc: serambinews.com

Oleh Sahabati Nuzuli Rohmatil


Ada beberapa bulan hijriyah yang dimuliakan dalam Islam, di antaranya yaitu bulan Rajab. Tidak asing lagi bagi umat Islam dengan rahasia-rahasia yang ada di dalam bulan tersebut. Apa saja sih rahasianya?

Keistimewaan bulan Rajab

Dalam kitab I’anatut Thalibin dijelaskan bahwa kata “Rajab” derivasi dari kata “tarjib” yang artinya mengagungkan atau memuliakan. Selain itu juga bisa disebut “Al-Ashabb” yang berarti menetes atau mengucur. Diberikannya julukan seperti itu karena Allah SWT. telah melimpahkan kebaikan pada bulan ini. 

Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT. juga telah menetapkan empat bulan haram, bulan yang di dalamnya dilarang untuk melakukan peperangan. Bulan mulia di luar Ramadhan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Keistimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa ajaib (naiknya) Nabi Muhammad Saw. ke langit tujuh, atau biasa disebut dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah. Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho menuju ke Shidratul muntaha dalam waktu satu malam. Dari peristiwa itulah umat Islam diberikan perintah melaksanakan Shalat lima waktu. Sangat menakjubkan bukan?

Keutamaan-keutamaan dalam bulan Rajab

Dalam hadis Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’I, Al-Baihaqi, menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW. Memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk berpuasa pada bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) yaitu empat bulan yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara salah satu dari empat bulan yang dimuliakan itu adalah bulan Rajab. 

Berikut adalah keutamaan-keutamaan yang bisa dilakukan di bulan Rajab:

- Memperbanyak berdoa untuk diri sendiri, orang tua, dan orang lain

Diterangkan dalam surah Al-Ghafir ayat 60, yang berbunyi:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

"dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Ghafir Ayat 60) 

Dengan begitu kita sebagai hamba yang masih banyak dosa, tidak ada salahnya berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, berdoa atas hajat-hajat yang kita butuhkan, toh ketika kita meminta kepada Allah, Allah tidak akan rugi dengan permintaan kita.

Di bulan Rajab Rasulullah juga memberikan uswah untuk memperbanyak berdoa. Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterbitkan Darul hadits, Kairo, Mesir menyebutkan bahwa doa yang dibaca Rasulullah saat memasuki bulan Rajab adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ  

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan”

Bersyukurlah karena kita masih diberikan umur panjang dan diberikan kesempatan bertemu di bulan yang mulia ini, maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Kapan lagi kalo bukan sekarang?. Momen ini adalah momen kita untuk taqarrub ilallah, meningkatkan kualitas diri, meningkatkan ibadah dan keimanan kita kepada Allah SWT. karena belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa lagi dengan bulan Rajab. Hanya Allah yang tahu kapan kita mati.

- Memperbanyak berpuasa

Dalam hadis Riwayat Imam Abu Dawud, ibnu Majah dan Imam Ahmad dikatakan:

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ  

yang artinya: Berpuasalah pada bulan-bulan haram. 

Imam Al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin juga menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi sangat ternilai apabila dilakukan pada hari-hari utama (Al-Ayyam Al-Fadhilah). Hari-hari utama inilah yang dapat ditemukan pada setiap tahun, setiap bulan maupun setiap pekan.

Puasa di bulan Rajab merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, ditulis dalam kitab Nihayatuz Zain keterangan dari Syekh Nawawi Banten. Terkait waktunya, puasa Rajab dapat dilaksanakan beberapa hari. Sedangkan harinya tidak ditentukan. 

- Isra’ Mi’raj

Isra’ Mi’’raj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam. Sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW Bersama malaikat Jibril dari masjidil haram ke masjidil Aqsho menuju Sidratul Muntaha dalam waktu satu malam. Peristiwa ini merupakan malam renungan atau malam kesedihan (yaumul huzni) disaat nabi merasa sedih karena ditinggalkan oleh orang yang disayanginya, yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya Khadijah.

Peristiwa ini menjadi awal mula tonggak kewajiban umat Islam untuk melaksanakan sholat lima waktu. Sehingga peringatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengingatkan kualitas diri dalam menjalankan ibadah shalat.

- Bersedekah

Sulthanul Auliya’ Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani menerangkan dalam kitabnya Al-Ghunyah bahwa kata Rajab terdiri dari tiga huruf yaitu ra’-jim-ba’. Masing-masing memiliki arti. Ra’ mengandung nilai Rahmatullah. Jim mengandung makna juudullah, dan Ba’ mengandung nilai birrullah.

Umat Islam yang mau bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala berlipat ganda sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW. yang artinya:

“Barang siapa yang bersedekkah di bulan Rajab, maka Allah Swt. akan menjauhkan dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati keran tua. Menurut Sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun”.

Bulan Rajab mengandung nilai-nilai luhur dan kebaikan yang dapat diperoleh mereka yang berniat dan bersungguh-sungguh meraihnya, meraih rahmat Alah Swt. tanpa ada bala’, meraih kemurahan Allah Swt. dan meraih kebaikan yang ada di dalamnya yang tak akan pernah manusia merasa kekurangan.

Berikut adalah niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى   

Sumber: https://islam.nu.or.id/ubudiyah/lima-amaliah-ibadah-di-bulan-rajab-RpTka /nu.online


0 komentar: