PMII RAYON DAKWAH

  Dokumentasi: Alinea.id               Sudah 76 tahun republik ini berdiri, Apakah selama ini kita sudah benar-benar merdeka? Merdeka da...

Menilik Kembali Arti Kemerdekaan

 




Dokumentasi: Alinea.id

 

            Sudah 76 tahun republik ini berdiri, Apakah selama ini kita sudah benar-benar merdeka? Merdeka dari penindasan-penindasan serta kesewenangan para penguasa. Sebagai warga yang merdeka berdaulat serta berdiri duduk sama rata. Pertanyaan – pertanyaan yang mendasar ini harus selalu direfleksikan setiap perayaan kemerdekaan republik ini. Pada saat momen-momen kemerdekaan akan selalu ada perayaan upacara bendera, pawai, dan lomba-lomba. Semua itu memang perlu tapi bukan yang utama. Yang utama dari kemerdekaan adalah jalan pembebasaan, jika pembebasan itu belum bisa dirasakan maka nilai-nilai dari kemerdekaan bisa menjadi sebuah pertanyaan. Kemerdekaan juga memiliki arti kesamaan terhadap sesama manusia. Sekarang ini apakah kita setara dalam kedudukan? sesama warga dan penyelengara negara? Kemerdekaan pula bisa mengekpresikan keadilan, memperlakukan semua dengan setara tanpa memandang ras,suku dan agama. Nilai-nilai dari kemerdekaan itu apakah bisa dirasakan sekarang ini? semuanya seolah berbanding terbalik dengan nilai-nilai kemerdekaan yang sesungguh nya.


            Dewasa ini kita sudah banyak hidup dengan kebebasan dari belenggu penjajahan sudah banyak sedikit menikmatinya. Para founding fathers Soekarno, Hatta dan Syahrir serta para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia, mereka semua memperjuangkan kemerdekaan adalah dengan rangka penghargaan harkat martabat manusia. Bahwa manusia dimuka bumi ini semuanya sama,  Manusia tidak bisa dibedakan dari ras, suka dan agama.  Apalagi dibedakan berdasarkan kedudukan sosial dan ekonomi manusia patut dihargai serta memiliki hak yang sama. Tindakan-tindakan yang mengekspoilitasi manusia yang dilakukan manusia lainnya antara keunggulan intelektual dan peradaban tidak dapat dibenarkan itulah semangat yang diberikan para founding fathers kita.


            Perang kemerdekaan dulu yang dilakukan para pahlawan bangsa melawan para bangsa penjajah agar melepaskan dari belenggu yang dilakukan bangsa penjajah itu atas dirinya. Tan Malaka pernah berkata: Merdeka  100% adalah bangsa yang sanggup mandiri secara mental, budaya, politik, pertahanan dan ekonomi tidak bergantung dan dikuasai bangsa lain. Kewajiban mendasar kita semua untuk setelah kemerdekaan yakni melakukan nation and character building upaya kolektif- sistematik suatu Negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar ideologi, konsitusi, dan haluan negara.


Penulis: Moh. Supriyadi

0 komentar:

  Indahnya Bersholawat Karya: Ratna Lantunan penghantar kerinduan pada sang kekasih. Setiap bait yang keluar dari pecintanya tidak hanya ter...

Indahnya Bersholawat

 Indahnya Bersholawat

Karya: Ratna




Lantunan penghantar kerinduan pada sang kekasih. Setiap bait yang keluar dari pecintanya tidak hanya terdengar oleh indera pendengaran saja melainkan dapat menentramkan jiwa. “Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala ali Muhammad.” Tidak hanya syair yang merdu namun mampu menghadirkan sosok yang tidak pernah ditemui tetapi amat dirindukan. 

Ingatkah lagu,”Alangkah indahnya hidup ini andai dapat kutatap wajah-mu, kan pasti mengalir airmataku karena pancaran ketenangan-mu.” Lagu ini menggambarkan bahwa ada manusia yang paling dirindukan oleh semesta. Banyak dari umat Islam yang ingin bertemu, bersapa, dan menyerap ilmu yang beliau miliki. Namun, generasi milenial belum pernah merasakan betapa lembut, cerdas, dan mulainya beliau, Baginda Nabi Muhammad SAW. Untuk meluapkan segala rasa rindu kepada sang kekasih, sholawat menjadi pintunya.

Mengapa kita begitu mencintainya? Bagaimana  tidak sedang Allah saja mencintai dan memuliakannya. Bukankah Allah pernah mengatakan bahwasanya barangsiapa yang mencintai apa yang Allah cintai, maka Allah juga akan membalas cintanya. Betapa indahnya sholawat itu wahai penghuni bumi. Syairnya sangat merdu, baitnya melembutkan dan menenangkan jiwa, bahkan suatu saat nanti Baginda Muhammad SAW akan memberikan syafaat kepada para pecintanya. 

Orang-orang yang senantiasa bersholawat akan mendapatkan banyak sekali keistimewaan dunia sampai akhirat. Keistimewaan-keistimewaan pecinta Sholawat:

Sholawat mendekatkan manusia kepada Tuannya, MalaikatNya, dan RasulNya. 

  Dengan membaca sholawat, kita bisa lebih dekat dengan Allah. Karna di dalam Bait sholawat ada Asma Allah yang tersemat. Semakin sering manusia membaca kepada Nabi Saw maka semakin sering mengingat Allah. Semakin sering bermahabbah kepada Nabi Saw semakin pula para pecinta sholawat itu mengingat Allah. 

Akan membalas bacaan satu sholawat dengan sepuluh kali lipat pahalanya. 

Mendapatkan cahaya (petunjuk) lahir dan batin di hari kimat

Rasulullah pernah bersabda di dalam Kitab Biharul Anwar,”siapa yang bersholawat atasku, Allah akan memberikan cahaya di atas, di kiri, di kanan, dan di bawah serta di seluruh tubuhnya pada hari kiamat.”

Itu hanya Sebagian kecil faedah dan keistimewaan untuk pecinta sholawat. Masih banyak keistimewaan untuk para perindu baginda. Mari senantiasa bersholawat setiap hari, dimanapun dan kapanpun. Sebagai bentuk mahabbah manusia kepada sang kekasih dan TuanNya. 

0 komentar:

  Sang Penerima Wahyu Karya: Lutfi Abdul Hadi Proses turunya wahyu dari langit ternyata tidak seperti dengan apa yang kita kira. Mungkin keb...

Sang Penerima Wahyu

 

Sang Penerima Wahyu

Karya: Lutfi Abdul Hadi


Proses turunya wahyu dari langit ternyata tidak seperti dengan apa yang kita kira. Mungkin kebanyakan dari kita mengetahui proses turunya wahyu berangkat dari Malaikat Jibril lalu bertemu dengan Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam yang pada saat itu posisi Beliau berada di Gua Hira’ untuk berkhalwat. Kondisi tersebut memang jelas teruji kevaliditasannya seperti halnya dengan apa yang termaktub dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al – Mubarakfury. Selepas peristiwa di Gua Hira’ tersebut Khadijah mengajak Beliau bertemu dengan Waraqah Bin Naufal bin Asad bin Abdul – Uzza yakni anak dari paman Khadijah itu sendiri. Guna untuk berkonsultasi mengenai apa yang Beliau alami.

Kejadian-kejadian yang dialami Rasulullah pun disampaikan oleh Khadijah dengan diperkuatnya alur cerita mengenai pertemuan Beliau dengan Malaikat Jibril. Waraqah pun terkejut ketika mendengarkan cerita tersebut. Dan Beliau (Waraqah) mengatakan, “Ini adalah Namus yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa. Keadaan tersebut semakin membuat Rasulullah SAW berada dalam kebingungan

Turunnya wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril kepada Rasullah saw pernah mengalami keterputusan. Ibnu Sa’d meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yang pada intinya menjelaskan bahwa jangka waktu keterputusaan itu berlangsung beberapa hari. Inilah pendapat superior dan bahkan bisa dipastikan. Pada saat masa-masa terputusnya wahyu, Beliau Rasulullah Saw mengalami kegelisahan yang cukup mendalam.Al – Bukhary meriwayatkan di dalam Kitabut – Ta’bir: Wahyu terputus selang beberapa waktu, Beliau kerap kali pergi ke puncak gunung untuk mengakhiri semuanya. 

Kegelisahaan yang menyelimuti kuat diri beliau selalu bergentayangan disetiap saat, rasa ingin suicide pun muncul dengan mudahnya. Akan tetapi setiap kali Beliau ingin menerjunkan diri kedalam jurang muncul bayangan Malaikat Jibril yang berkata kepada Beliau, “Wahai Muhammad engkau adalah benar-benar Rasul Allah.” Setelah itu beliau pasti akan lega kembali karena perjumpaan dengan Malikat Jibril.

Teputusnya wahyu risalah petunjuk dari langit memang mengalami pasang surut layaknya ombak di pesisir jawa. Ibnu Hajar menuturkan, selama wahyu terputus Beliau menginginkan ketakutan dan kegundahannya segera sirna. Selama kejadian itu pula pertanda-pertanda kebenaran terpancar menyinari jagad semesta. Beliau menyadari secara yakin bahwa kini telah menyandang gelar sebagai Nabi Allah Yang Maha Besar dan Tinggi. Beliau pun telah mempercayai apa yang Beliau temui ialah duta dari langit pembawa kabar semesta alam. 

Setelah peristiwa tersebut Allah menurunkan surat Al- Muddatsir: 1-5. Hingga saat itu wahyu datang secara berturut-turut.

0 komentar: